LOLOS PON: Atlet putri Jateng Dewi Saryaningsih mempersiapkan diri turun di nomor duration single putri babak kualifikasi PON yang telah berakhir kemarin. (IST)
LOLOS PON: Atlet putri Jateng Dewi Saryaningsih mempersiapkan diri turun di nomor duration single putri babak kualifikasi PON yang telah berakhir kemarin. (IST)
LOLOS PON: Atlet putri Jateng Dewi Saryaningsih mempersiapkan diri turun di nomor duration single putri babak kualifikasi PON yang telah berakhir kemarin. (IST)
LOLOS PON: Atlet putri Jateng Dewi Saryaningsih mempersiapkan diri turun di nomor duration single putri babak kualifikasi PON yang telah berakhir kemarin. (IST)

SEMARANG – Perlahan, Jateng mulai meloloskan satu demi satu atlet mereka untuk bertarung di ajang multievent empat tahunan, PON XIX yang akan digelar di Jabar pada tahun 2016 mendatang.

Dari cabor terbang layang, Jateng akhirnya mampu meloloskan lima atletnya plus tambahan tiga atlet sebagai cadangan melalui babak kualifikasi PON XIX yang telah digelar di Pusdiklat Kalijati, Subang, Jabar, 16-20 September kemarin.

Hasil yang dicapai terbang layang leresbut lebih baik dibandingkan PON XVIII Riau, hanya meloloskan empat atlet. Sehari sebelum babak kualifikasi berakhir, tim asuhan Kapten Adm Teddy EP baru meloloskan satu atlet.

Hingga akhirnya melalui evaluasi total, sehari sebelum berakhirnya event ada keputusan sangat penting. Yaitu melepas salah satu alat bantu duduk atlet yang menjadikan pesawat glider tidak bisa maksimal mengarungi langit di atas Kalijati. “Diskusi panjang tim dan saran dari beberapa teman alat bantu menjadi salah satu kelemahan kami. Pesawat kami tidak mampu terbang lama karena beban alat bantu itu lebih dari 10 Kg,” ujar Manajer Tim Jateng Kapten Tek Tarno.