SEMARANG – Pernyataan salah satu calon wali kota Semarang, yang mengkritisi kepemilikan saham PSIS saat dialog calon wali kota (cawali) Bicara Bola yang digelar Minggu (20/9) lalu, mengundang reaksi dari salah satu manajemen PSIS Danur Rispriyanto.

Dalam dialog tersebut, seorang calon wali kota menyinggung, jika selama ini kepemilikan PSIS didominasi oleh kalangan tertentu. Termasuk kepemilikan sahamnya. Menurut Danur, pernyataan itu salah. ”PSIS sudah melakukan usaha yang optimal. Termasuk menawarkan pengelolaan kepada sejumlah pihak, dan bermusyawarah dengan 25 klub di bawahnya. Namun dari itu semua tidak ada yang berani mengelola PSIS,” ujar Direktur Bisnis PSIS itu.

Danur pun menyayangkan pernyataan calon wali kota tersebut. ”Kalau yang bersangkutan mau berkontribusi dan niat membantu total PSIS ayo tunjukkan,” ujar anggota Komisi B DPRD Kota Semarang itu.

Seperti diketahui, pada kesempatan itu, seorang calon wali kota yang berlatar belakang pengusaha mengkritisi mengenai kepemilikan saham PSIS. Baginya, sebuah klub sepak bola itu milik kota tersebut. Jangan didominasi kalangan tertentu. ”Kalau melihat klub sepak bola profesional di luar negeri, sudah seperti mengelola perusahaan. Punya badan hukum, dan sahamnya dijual bebas di bursa efek. Kebanyakan yang beli adalah para suporter. Dengan begitu, jika klub tersebut terkena skandal, yang pertama marah adalah suporter yang punya saham. Mereka bisa mencopot para direksi klub tersebut,” ujarnya. (zal/smu)