Jawa Tengah Belum Ramah Investor

251
PERLU SOLUSI : Pekerja menyelesaikan pembentukan plat besi di sebuah perusahaan karoseri di Kabupaten Semarang belum lama ini. Jateng selama ini dianggap belum ramah investor. Kondisi tersebut mengakibatkan banyak pengusaha menanamkan investasinya di provinsi lain. (Ricky fitriyanto/jawa pos radar semarang)
PERLU SOLUSI : Pekerja menyelesaikan pembentukan plat besi di sebuah perusahaan karoseri di Kabupaten Semarang belum lama ini. Jateng selama ini dianggap belum ramah investor. Kondisi tersebut mengakibatkan banyak pengusaha menanamkan investasinya di provinsi lain. (Ricky fitriyanto/jawa pos radar semarang)
PERLU SOLUSI : Pekerja menyelesaikan pembentukan plat besi di sebuah perusahaan karoseri di Kabupaten Semarang belum lama ini. Jateng selama ini dianggap belum ramah investor. Kondisi tersebut mengakibatkan banyak pengusaha menanamkan investasinya di provinsi lain. (Ricky fitriyanto/jawa pos radar semarang)
PERLU SOLUSI : Pekerja menyelesaikan pembentukan plat besi di sebuah perusahaan karoseri di Kabupaten Semarang belum lama ini. Jateng selama ini dianggap belum ramah investor. Kondisi tersebut mengakibatkan banyak pengusaha menanamkan investasinya di provinsi lain. (Ricky fitriyanto/jawa pos radar semarang)

SEMARANG – Dewan menilai Jawa Tengah belum ramah terhadap para investor. Kondisi ini terbukti, dengan masih minimnya investor yang membuka usaha di provinsi ini. Mereka lebih memilih Jawa Barat ataupun Jawa Timur sebagai lokasi bisnisnya.

Anggota Komisi B DPRD Jateng, Akwan mengatakan sebenarnya ada tiga hal yang membuat investor tertarik masuk daerah. Yakni masalah infrastruktur, keamanan dan kemudahan mengurus perizinan. Namun tidak semua faktor tersebut bisa dipenuhi di Jateng. ”Jadi wajar jika investor lebih melirik daerah lain dibandingkan Jateng,” katanya, kemarin.

Ia mencontohkan infrastruktur tidak melulu pembangunan jalan yang bagus. Tapi juga bagaimana infrastruktur seperti bandara, pelabuhan dan jalan utama menuju lokasi pembangunan pabrik. Kemudahan akses dan kenyamanan lokasi menjadi salah satu hal yang tidak boleh ditinggalkan. Meski sudah mencanangkan tahun infrastruktur, ternyata masih banyak yang belum tersentuh pembangunan. ”Begitu juga soal keamanan dan izin. Investor akan cenderung memilih daerah yang mempermudah perizinan,” imbuhnya.