AKSI: Ratusan warga menggelar aksi unjuk rasa di depan pabrik beton JKB di Karangjati, Kab. Semarang, Minggu (20/9) kemarin. (PRISTYONO/jawa pos RADAR SEMARANG)
AKSI: Ratusan warga menggelar aksi unjuk rasa di depan pabrik beton JKB di Karangjati, Kab. Semarang, Minggu (20/9) kemarin. (PRISTYONO/jawa pos RADAR SEMARANG)
AKSI: Ratusan warga menggelar aksi unjuk rasa di depan pabrik beton JKB di Karangjati, Kab. Semarang, Minggu (20/9) kemarin. (PRISTYONO/jawa pos RADAR SEMARANG)
AKSI: Ratusan warga menggelar aksi unjuk rasa di depan pabrik beton JKB di Karangjati, Kab. Semarang, Minggu (20/9) kemarin. (PRISTYONO/jawa pos RADAR SEMARANG)

UNGARAN – Ratusan warga Wringin Putih, Kelurahan Karangjati, Kabupaten Semarang, kemarin, menggelar aksi unjuk rasa di depan pabrik beton, CV. Jati Kencana Beton (JKB). Mereka berorasi sambil membawa poster berisi hujatan terhadap JKB serta Pemerintah Kabupaten Semarang. Pemerintah dinilai tidak pro rakyat. Ratusan warga juga melakukan bakti sosial membersihkan debu di sepanjang jalan dan rumah rumah warga di sekitar pabrik.

Massa dari Forum Masyarakat Peduli Lingkungan meminta agar aktifitas di JBK ditutup. Sebab, menimbulkan polusi dan merusak lingkungan karena mengurug rawa untuk pabrik.

Koordinator aksi Peduli Lingkungan, Sukarsono, mengatakan, aksi warga dilakukan karena JKB tidak melakukan upaya pembenahan lingkungan agar tidak menimbulkan polusi udara berupa debu. Sudah bertahun-tahun masyarakat terkena polusi debu dan juga suara, terutama ketika pabrik sedang produksi. “Kami warga Wringin Putih ingin hidup sehat tanpa polusi. Sebenarnya kita sudah komplain sejak tahun 2011, bahkan sudah melapor ke BLH Kabupaten Semarang. Terakhir kami kirim surat ke BLH tahun 2013, tapi sampai saat ini belum ada tindaklanjutnya,” kata Sukarsono disela sela aksi.