SEMARANG–Ribuan pelaku usaha mikro diharapkan dapat segera naik kelas menjadi pelaku usaha kecil. Karena itu, pembinaan terus dilakukan guna mewujudkan hal tersebut.

Deputi Bidang Produksi Kementerian Koperasi dan UKM, Bramansetyo mengatakan bahwa berdasarkan data Badan Pusat Statistik, secara nasional dari 56,8 juta pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan Besar, 99 persen didominasi oleh pelaku usaha mikro.

“Jumlah Usaha Kecil-nya masih di angka 600 ribu-an. Masih belum berubah. Oleh karena itu, kami harapkan para pelaku usaha mikro bisa naik kelas. Targetnya secara nasional sejuta pelaku usaha mikro yang dapat naik kelas,” ujarnya di sela Temu Mitra UKM di Hotel Grasia, kemarin (16/9) lusa.

Program ini, ucapnya, sudah mulai diluncurkan di Makassar dan Jawa Timur. Untuk Makassar, diharapkan dapat meningkatkan 20 ribu pelaku usaha mikro menjadi pelaku usaha kecil, kemudian Jawa Timur dipatok 40 ribu.

“Jawa Tengah sendiri diharapkan bisa menaikkan antara 25 ribu – 45 ribu pelaku usaha mikro menjadi pelaku usaha kecil. Hal ini tak lepas dari potensi-potensi yang dimiliki oleh Jawa Tengah,” ungkapnya.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Jawa Tengah, Gayatri Indah Cahyani mengatakan, persebaran usaha mikro di Jawa Tengah cukup merata. Tiap-tiap kabupaten dan kota di Jawa Tengah pun memiliki spesifikasi komoditas unggulan. “Fokus komoditas unggulan ini diharapkan akan lebih mempercepat kenaikan kelas para pelaku usaha mikro,” ujarnya.

Kendati demikian, ia tidak menampik bahwa masih ada beberapa kendala yang harus dihadapi. Mulai dari bahan baku, sumber daya manusia, pemasaran hingga pengemasan yang apik untuk meningkatkan daya saing produk. “Untuk mengatasi permasalah SDM, kami terus melakukan pelatihan, baik pelatihan manajemen, pengemasan maupun pelatihan teknologi untuk pemasaran,” ujarnya.

Namun begitu, lanjutnya, tak hanya dari segi produsen. Ia berharap masyarakat juga dapat mendukung kemajuan para pelaku UKM dengan membeli produk-produk mereka. “Sebagian sudah ada yang berorientasi ekspor. Tapi sebagian masih dipasarkan di dalam negeri. Harapannya masyarakat dapat menjadi konsumen yang cerdas, peduli dan juga mau membeli produk-produk lokal ini,” tandasnya. (dna/ida)