GELAR PERKARA: Kasatreskrim Polres Kendal, Iptu Fiernando Andriansyah mengintrogasi pelaku penganiayaan Kelik Meswadi di Halaman Mapolres Kendal, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
GELAR PERKARA: Kasatreskrim Polres Kendal, Iptu Fiernando Andriansyah mengintrogasi pelaku penganiayaan Kelik Meswadi di Halaman Mapolres Kendal, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
GELAR PERKARA: Kasatreskrim Polres Kendal, Iptu Fiernando Andriansyah mengintrogasi pelaku penganiayaan Kelik Meswadi di Halaman Mapolres Kendal, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
GELAR PERKARA: Kasatreskrim Polres Kendal, Iptu Fiernando Andriansyah mengintrogasi pelaku penganiayaan Kelik Meswadi di Halaman Mapolres Kendal, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL – Kasus penganiayaan yang menewaskan Andreas Dicky, 19, warga Desa Nolokerto, Kecamatan Kaliwungu yang terjadi dua bulan lalu akhirnya tuntas. Jajaran Satreskrim Polres Kendal berhasil menangkap pelaku. Yakni Kelik Meswadi, 32 warga Puntuksari, Kecamatan Candiroto, Kecamatan Temanggung. Pelaku berhasil ditangkap di Jogjakarta setelah sempat dua bulan menjadi buronan.

Kasatreskrim Polres Kendal, Iptu Fiernando Andriansyah mengatakan, motif penganiayaan sejauh ini karena jengkel. Kasus bermula ketika pelaku hendak berjualan mremo permainan bola bekel dalam perayaan syawalan di alun-alun Kaliwungu, Sabtu 25 Juli lalu. Sekitar pukul 22.00 korban bersama dengan lima rekannya ke tempat pelaku nongkrong. “Kelimanya datang dalam kondisi mabuk dan bicara dengan nada keras sehingga pelaku maupun penjual lainnya merasa terganggu,” katanya.

Merasa terganggu, pelaku sempat mengingatkan meski korban tidak menggubrisnya. Pelaku yang emosi akhirnya memilih pergi ke pantai untuk menenangkan diri. Keesokan harinya, korban bersama teman-temannya masih nampak nongkrong ditempat yang sama. Pelaku yang merasa jengkel, langsung mengambil piringan besi mesin pembuat arum manis dan mengayunkannya tepat mengenai kepala korban.