Dirazia, Nekat Terjun ke Tambak

452
DITANGKAP : Pelaku balap liar nampak basah kuyup karena terjun ke tambak di samping jalan menuju Pelabuhan Kendal. (ADENNYAR WYCAKSONO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)
DITANGKAP : Pelaku balap liar nampak basah kuyup karena terjun ke tambak di samping jalan menuju Pelabuhan Kendal. (ADENNYAR WYCAKSONO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)
DITANGKAP : Pelaku balap liar nampak basah kuyup karena terjun ke tambak di samping jalan menuju Pelabuhan Kendal. (ADENNYAR WYCAKSONO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)
DITANGKAP : Pelaku balap liar nampak basah kuyup karena terjun ke tambak di samping jalan menuju Pelabuhan Kendal. (ADENNYAR WYCAKSONO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL – Puluhan petugas gabungan Polres Kendal merazia aksi balap liar di sepanjang jalan menuju Pelabuhan Kendal, tepatnya di Desa Mororejo Kecamatan Kaliwungu. Puluhan pebalap liar yang kaget akhirnya kocar-kacir untuk melarikan diri.

Mendapati itu, puluhan petugapun melakukan pengejaran kepada anak-anak muda tersebut. Dengan sigap petugas menutup akses jalan dengan menggunakan truk Dalmas. Meski begitu mereka tetap berlarian dan tidak sedikit yang nekat menceburkan diri ke dalam tampak di sekitar lokasi.

Kabag Ops Polres Kendal, AKP Ariyanto Salkeri mengatakan, razia balap liar sengaja dilakukan karena banyaknya laporan dari masyarakat yang merasa terganggu dengan balapan liar tersebut. “Selain itu kami ingin memberikan rasa aman bagi pengguna jalan lainnya. Apalagi akses jalan menuju Pelabuhan Kendal adalah area yang padat dengan lalulintas kendaraan, “ katanya.

Pihaknya selama ini sudah melakukan penyelidikan terhadap tempat-tempat yang diduga menjadi sarana yang digunkanan remaja untuk melakukan balapan. Pihaknya terus memantau, hingga melakukan patroli rutin untuk menciptakan keamanan. Dalam razia, petugas menahan sebanyak 40 unit motor kendaraan yang tidak dilengkapi surat-surat kendaraan alias bodong. Untuk pelajar yang terjaring razia, akan didata dan dibina agar tidak mengulangi perbuatan serupa. “ Mayoritas tidak dilengkapi dengan surat-surat kendaraan dan kelengkapan lainnya. Motor yang ditahan baru boleh diambil jika para pelaku bisa menunjukkan kelengkapannya,” tuturnya.

Seorang pelaku balap liar, Hariadi mengaku kapok dan tidak akan mengulangi kegiatan balap liar. Ia berdalih hanya ikut-ikutan balapan kerena diajak teman untuk sekedar menonton. “Tadinya hanya nonton, kemudian coba-coba. Tapi kapok mas, apalagi usaha kabur dengan menjeburkan diri ketambak tidak berhasil,” katanya. (den/fth)