SALATIGA – Puskesmas Sidorejo Lor meluncurkan program Donor Darah Sukarela (DDS) dan Kelurahan Sayang Ibu ((KSI), kemarin. DDS adalah salah satu bentuk nyata dari bank darah, sedangkan KSI ditujukan untuk meminimalkan kasus – kasus yang timbul terhadap ibu, utamanya ibu hamil.

Peluncuran acara dilakukan Wakil Wali kota Muh Haris di aula kecamatan Sidorejo, Jumat (18/9) kemarin. Program DDS dijalankan di kelurahan Sidorejo Lor dengan pengurus dua orang per RW atau 28 orang. Sedangkan KSI dijalankan di kelurahan Blotongan, dimana memiliki kasus cukup tinggi untuk ibu hamil.

“Untuk DDS kami mentargetkan ada 10 pengurus per RW atau total 140 orang. Mereka akan membantu jika ada warga yang membutuhkan transfusi darah. Sementara KSI dilakukan di Blotongan untuk menekan kasus sekaligus memberikan pendampingan rutin kepada ibu hamil,” jelas Dr Benita Nofritasari, kepala puskesmas Sidorejo Lor kepada wartawan, kemarin.

Pendampingan ibu hamil, dilakukan dengan empat tenaga kesehatan bersama dengan kader di masyarakat yng jumahnya mencapai 20 orang. Selain kedua program itu, puskemas juga menjalankan program pengelolaan penyakit kronis (prolanis) bekerjasama dengan BPJS kesehatan.

Sementara itu, Camat Sidorejo Nugroho mengaku bangga dengan banyaknya program kesehatan di wilayahnya. Menurutnya, agar lebih baik, harus terus menambah kader – kader kesehatan baru. “Dari tahun ke tahun harus lebih baik. Bisa meningkatkan kualitas hidup,” ujar dia. Nugroho mengakui jika wilayah Sidorejo merupakan daerah dengan tantangan yang berat karena termasuk wilayah urban.(sas/fth)