AMBRUK : Meski baru dibangun beberapa hari lalu, tembok bangunan Mess Polres Pekalongan yang terletak di belakang Mapolsek Kajen ambruk. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
AMBRUK : Meski baru dibangun beberapa hari lalu, tembok bangunan Mess Polres Pekalongan yang terletak di belakang Mapolsek Kajen ambruk. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
AMBRUK : Meski baru dibangun beberapa hari lalu, tembok bangunan Mess Polres Pekalongan yang terletak di belakang Mapolsek Kajen ambruk. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
AMBRUK : Meski baru dibangun beberapa hari lalu, tembok bangunan Mess Polres Pekalongan yang terletak di belakang Mapolsek Kajen ambruk. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KAJEN–Sebagian bangunan dari 20 lokasi bangunan Mess Polres Pekalongan di Desa Kajen/Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan, tepatnya di belakang Markas Polres Pekalongan, Jum’at (18/9) kemarin, ambruk. Bangunan mess yang masih berupa susunan batu batako yang diangkai dengan cor besi beton ukuran 1 inci tersebut, sudah dua hari ini ditinggalkan oleh para pekerja bangunannya, karena tidak dibayar oleh pihak pengembang.

Selamet, 31, salah seorang buruh bangunan pembangunan mess Polres Pekalongan, mengungkapkan bahwa lebih dari 6 orang buruh bangunan mess Polres Pekalongan, belum dibayar upahnya selama hampir satu bulan.

Sedangkan pihak pengembang setiap kali ditagih, selalu beralasan uangnya belum cair. Sehingga para buruh bangunan terpaksa hutang pada warung terdekat, karena belum menerima upah kerjanya.

“Para buruh bangunan juga sempat berpikir untuk menjual molen adukan beton, sebagai pengganti upah buruh. Namun takut dilaporkan sebagai tindak pidana. Akhirnya rencana menjual molen diurungkan,” ungkap Selamet.