Fasilitas salon kambing tersebut, lanjut Margo, diberikan gratis kepada para pelanggannya. Bahkan tidak hanya itu, ia juga rutin melakukan tes kesehatan, kontrol bagian mata, kaki, hingga pemberian vitamin.

”Di kaki itu menimbulkan kutu. Terus biasanya di bawah kuping itu ada seperti gatal, apalagi cuaca panas seperti ini. Kutu itu dampaknya ke daging, tidak bisa gemuk. Saya juga beri nutrisi sentrat, tetes tebu, garam, vitamin, kontrol tiap hari kasih obat cacing,” ungkapnya.

Dengan pelayanan lengkap itu Margo tidak memberikan biaya tambahan. Ia tetap menjual harga kambingnya sekitar Rp 2 juta hingga Rp 4 juta. Menurut Margo, pelayanan gratis itu diberikan untuk kepuasan pelanggan dan menaikkan daya jual, karena kondisi kambing yang bersih dan sehat. ”Semua itu gratis termasuk ongkos kirim dalam kota. Biar pelanggan saya puas,” tandas Margo.

Untuk pemasarannya, Margo melakukan dengan menyebar selebaran dan berita dari mulut ke mulut. Menurut Margo, daya tarik penjualan dagingnya memang ada pada salon kambing dan harganya yang lebih murah.
”Ini saya jual 250 sampai 300 ekor kambing. Ini sudah terjual 150-an ekor. Pembelinya ada dari perorangan sampai perusahaan,” tandasnya. (dit/zal/ce1)