KENDAL – Beberapa hari terakhir, para penjual hewan kurban di Kaliwungu, mulai resah. Sebab, banyak pedagang yang mengaku hewan yang dijual dicuri orang. Komplotan pencuri ini biasanya datang sekitar pukul 02.00-04.00. Terakhir, pelaku mencuri di dua lokasi penjualan hewan kurban. Yakni hewan milik Nasarudin di Jalan Sekopek dan Sugiyo di Jalan Plantaran. Keduanya mengaku telah kehilangan satu ekor kambing. Pelaku dengan mudah melancarkan aksinya karena rata-rata tempat penjualan hewan kurban terbuka dan minim penjaga.

“Baru kali ini, padahal pengalaman tahun-tahun kemarin tidak serawan seperti sekarang ini. Pencurian hewan kurban ini terjadi dua hari yang lalu, satu kambing milik saya hilang dicuri,” kata Nasarudin, kemarin.

Dia mengatakan, lokasi penjualan hewan kurban miliknya berada di belakang Warung Sate Sholikin Jalan Sekopek. Para pencuri diduga sudah menguasai lokasi, karena tempat penjualan hanya dipagari bambu. Selain itu, berdekatan dengan kebun yang terbuka, sehingga mudah diincar dari sisi manapun. Selain tempat terbuka, hewan kurban yang dijual hanya diikat di tiang-tiang bambu atau kayu. “Sehingga dapat dengan mudah bagi pencuri masuk ke kandang, kemudian membawa kabur hewan kurban yang tersedia,” tuturnya.

Ia mengaku, saat ini hanya memiliki dua orang penjaga malam. Itupun berjaga secara bergantian. Sehingga kemungkinan lengahnya banyak karena harus menjaga sapi dan kambing dalam jumlah banyak. Selain itu, mereka petugas juga berkewajiban memberikan makan sapi dan kambing pada malam hari.

Kapolsek Kaliwungu, AKP Setya Adi Nugraha mengaku belum menerima laporan terkait pencurian hewan kurban. Kendati demikian, pihaknya akan melakukan tindakan antisipatif dengan mengistuksikan anggotanya supaya berpatroli secara rutin. “Kami akan mendata jumlah penjual hewan kurban di Kaliwungu khususnya, dan berkoordinasi dengan penjual serta pihak-pihka terkait. Hal itu guna memberikan pengamanan dan kenyamanan bagi masyarakat, terutama menjelang Hari Raya Idul Adha,” tandasnya. (bud)