SEMARANG – Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Jawa Tengah mengecam sikap seorang oknum guru SD Negeri Rejosari 01 Semarang Timur berinisial Sun yang mengintimidasi siswa lantaran keberatan membayar biaya jam pelajaran tambahan.

Ketua ORI Perwakilan Jateng, Achmad Zaid ketika ditemui Jawa Pos Radar Semarang, Jumat (18/9), mengatakan, sikap seorang guru yang mengintimadasi bahkan mengancam siswa sangat tidak relevan dengan perkembangan pendidikan seperti sekarang ini. Menurutnya, selain berbahaya untuk perkembangan psikologis siswa, sikap intimidasi tidak seharusnya dilakukan oleh seorang guru.

”Model-model seperti itu sudah tidak layak lagi dalam perkembangan dunia pendidikan seperti sekarang ini. Apalagi sampai mengancam dan mengintimidasi. Jika memang dari awal jam pelajaran tambahan tersebut bersifat tidak wajib dan gratis, lantas mengapa guru tersebut masih meminta uang tambahan?” kata Zaid setengah bertanya.

Ia juga mengatakan, jika persoalan ini berlarut-larut, pihaknya segera mengeluarkan rekomendasi agar guru yang bersangkutan segera dipindah. Selain itu, ia juga menyesalkan terkait sikap kepala SD setempat yang terkesan diam melihat persoalan yang mencederai psikologis siswa tersebut.