Purwadi, 34, petugas yang bekerja di Galian C Desa Wonorejo, Kecamatan Wonopringgo, Jum’at (18/9) kemarin, mengungkapkan bahwa usaha Galian C tempatnya bekerja, sudah mengantongi Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi dari Balai ESDM Wilayah Serayu Utara Provinsi Jateng. Namun izin usaha pertambangan operasi produksi tersebut, dipegang langsung oleh pemiliknya berinisial TH. Sehingga Dinas ESDM PSDA dan Satpol PP Kabupaten Pekalongan dan warga sekitar tidak berhak menertibkan galian C tersebut. “Galian C ini sudah berizin dan surat izinnya dikeluarkan oleh Balai ESDM Wilayah Serayu Utara Provinsi Jateng,” kilah Purwadi.

Sementara itu, Kepala Balai ESDM Wilayah Serayu Utara Provinsi Jateng, Hasan Basri, mengaku terkejut dengan adanya surat yang mirip dengan Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi yang ada di beberapa usaha Galian C di Kabupaten Batang. Dia menegaskan bahwa kantornya tidak mudah mengeluarkan Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi. Karena harus melalui tahapan yang ketat dan dilampiri beberapa persyaratan yang harus dipenuhi, seperti Amdal lingkungan dan kepemilikan tenaga ahli di bidang pertambangan, serta adanya tinjauan kelayakan di lapangan.

“Untuk beberapa pengusaha galian C di Kabupaten Pekalongan, baru tiga atau empat yang sudah mengantongi Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi. Selebihnya belum, seperti galian C di Desa Wonorejo dan Desa Sumurjomblangbogo, masih tahapan proses pengajuan ke pusat,” jelas Hasan Basri.

Hasan Basri juga menengaskan jika ada pengusaha galian C yang memiliki surat Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi Balai ESDM Wilayah Serayu Utara Provinsi Jateng, asli tapi palsu atau aspal. Karena itu, pihaknya berjanji akan menindak tegas sesuai hukum dan akan diproses hingga pengadilan.

“Ini salah satu bentuk surat Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi Balai ESDM Wilayah Serayu Utara Provinsi Jateng yang asli. Jika tidak sama seperti ini, berarti itu surat izin palsu,” tegas Hasan Basri sambil menunjukan surat izin operasi produksi yang dimaksud. (thd/ida)