TUNJUKKAN PERIZINAN : Kepala Kantor Balai Energi dan Sumber Daya Mineral Wilayah Serayu Utara, Wilayah Provinsi Jawa Tengah, Hasan Basri, saat menunjukkan surat Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi asli, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TUNJUKKAN PERIZINAN : Kepala Kantor Balai Energi dan Sumber Daya Mineral Wilayah Serayu Utara, Wilayah Provinsi Jawa Tengah, Hasan Basri, saat menunjukkan surat Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi asli, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TUNJUKKAN PERIZINAN : Kepala Kantor Balai Energi dan Sumber Daya Mineral Wilayah Serayu Utara, Wilayah Provinsi Jawa Tengah, Hasan Basri, saat menunjukkan surat Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi asli, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TUNJUKKAN PERIZINAN : Kepala Kantor Balai Energi dan Sumber Daya Mineral Wilayah Serayu Utara, Wilayah Provinsi Jawa Tengah, Hasan Basri, saat menunjukkan surat Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi asli, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KAJEN-Sejak enam bulan terakhir lebih dari 20-an galian C ilegal bermunculan di Kabupaten Pekalongan. Di antaranya, di Kecamatan Bojong, Doro, Karanganyar dan Wonopringgo. Diduga ada pemilik usaha yang memalsukan surat izin. Akibatnya banyak lingkungan di sekitar sungai menjadi rusak dan bahaya banjir akan mengancam saat musim penghujan nanti tiba.

Meski Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) dan Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Kabupaten Pekalongan bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pekalongan, telah berulangkali menegur dan melakukan penertiban terhadap galian C ilegal, namun aktivitas galian C tetap berjalan. Mereka berdalih telah mengantongi Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi dari Balai Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Wilayah Serayu Utara, Provinsi Jateng.

Sebagaimana galian C yang ada di Desa Wonorejo, Desa Sastrodirjan, Kecamatan Wonopringgo, Desa Sumurjomblangbogo, Kecamatan Bojong, dan Desa Doro/Doro Kabupaten Pekalongan. Pihak pengelola mengaku sudah mengantongi izin dari Balai ESDM Wilayah Serayu Utara Provinsi Jateng. Namun setelah diteliti lebih detail, ternyata surat Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi, tidak sama dengan surat yang dikeluarkan oleh Balai ESDM Wilayah Serayu Utara Provinsi Jateng.