DIJARAH: Koordinator Forkoma Kembung Harjono menunjukkan batang pohon jati dan sengon laut yang ditebang orang tak bertanggung jawab di areal perkebunan Desa Kandangmas, Dawe, Kudus, kemarin. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)
DIJARAH: Koordinator Forkoma Kembung Harjono menunjukkan batang pohon jati dan sengon laut yang ditebang orang tak bertanggung jawab di areal perkebunan Desa Kandangmas, Dawe, Kudus, kemarin. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)
DIJARAH: Koordinator Forkoma Kembung Harjono menunjukkan batang pohon jati dan sengon laut yang ditebang orang tak bertanggung jawab di areal perkebunan Desa Kandangmas, Dawe, Kudus, kemarin. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)
DIJARAH: Koordinator Forkoma Kembung Harjono menunjukkan batang pohon jati dan sengon laut yang ditebang orang tak bertanggung jawab di areal perkebunan Desa Kandangmas, Dawe, Kudus, kemarin. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

KUDUS – Penjarahan kayu di kawasan Waduk Logung di Desa Tanjungrejo, Jekulo, semakin berani. Mereka melawan, mengancam, dan menghadang polisi hutan (Polhut) yang beroperasi mengamankan hutan Perhutani di kawasan tersebut.

Koordinator Forum Komunikasi Warga Korban Embung Logung (Forkoma Kembung) Harjono mengatakan, hingga kini aksi penjarahan pohon di lahan Waduk Logung masih berlangsung. ”Saya pernah menangkap orang-orang penebang liar di lahan kakak saya. Perlengkapan yang digunakan menebang pohon berupa gergaji manual. Sudah saya sita dan kayu-kayunya juga saya perintahkan untuk ditinggal, tapi keesokan harinya saya kembali ke lokasi kayunya sudah tidak ada. Ini yang menjadi keresahan warga,” terangnya.

Dia menambahkan, cara menebangnya juga tidak beraturan. Istilahnya ngawur. Ada sekitar ratusan pohon yang sudah dijarah. Padahal, dari warga juga sering patroli sendiri. Tapi pelaku ini pintar bersembunyi, kesannya kucing-kucingan.