PRINGAPUS- Korban penipuan melalui jejaring sosial Facebook, Sri Mundiyah, 52, yang bekerja sebagai Kepala SD di Pringapus, Kabupaten Semarang, akhirnya bisa bernafas lega. Sebab rumah kos 80 kamar yang dijadikan jaminan pinjaman kepada rentenir akhirnya batal disita, yang rencananya dilakukan Kamis (17/9) kemarin.

Sebab pihak korban sudah berupaya memenuhi pembayaran hutang tersebut hingga tinggal membayar Rp 500 juta. Uang tersebut berasal dari menjual tanah dan pinjaman dari sejumlah kerabatnya.

“Hari ini sebenarnya akan kami kembalikan, tetapi pihak sana masih berada di luar kota sehingga Jumat (18/9) besok saya kembalikan. Saya juga sedikit lega karena total uang yang harus saya bayar sebesar Rp 500 juta dipotong sebesar Rp 5 juta,” kata Sri Mundiyah.

Sri Mundiyah mengatakan setelah permasalahan ini selesai pihaknya mulai akan menata kembalikan perekonomiannya serta mewaspadai pada siapapun agar tidak menjadi korban yang kedua kalinya. Selain itu pihaknya juga akan terus memantau perkembangan penanganan kasus penipuan di Ditreskrimum Polda Metro Jaya Jakarta.

“Kami juga menanti janji keluarga pelaku Gabriel, yang akan mengembalikan semua uang saya sebesar Rp 800 juta,” imbuhnya.

Untuk diketahui, Sri Mundiyah menjadi korban penipuan melalui jejaring sosial Facebook. Pelaku mengaku Jenderal Wande Paul dari UN dan meminta dana hingga sebesar sekitar Rp 800 juta. Korban baru sadar setelah pelaku meminta korban terus mentransfer uangnya. Saat ini kasus yang diduga melibatkan jaringan penipuan international itu masih ditangani Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya Jakarta. (tyo/zal)