Pengguna Narkoba Terjerat Lewat Rokok

220
TEKAN PEREDARAN NARKOBA : para calon petugas penjangkau penyalahgunaan narkoba, Kabupaten Pekalongan mengikuti pelatihan dan bimbingan teknik penyalahgunaan narkoba, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TEKAN PEREDARAN NARKOBA : para calon petugas penjangkau penyalahgunaan narkoba, Kabupaten Pekalongan mengikuti pelatihan dan bimbingan teknik penyalahgunaan narkoba, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TEKAN PEREDARAN NARKOBA : para calon petugas penjangkau penyalahgunaan narkoba, Kabupaten Pekalongan mengikuti pelatihan dan bimbingan teknik penyalahgunaan narkoba, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TEKAN PEREDARAN NARKOBA : para calon petugas penjangkau penyalahgunaan narkoba, Kabupaten Pekalongan mengikuti pelatihan dan bimbingan teknik penyalahgunaan narkoba, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KAJEN–Penyalahgunaan narkoba kerap diawali dari merokok, lantaran pergaulan yang tidak sehat, kerap diawali dengan berbagi rokok. Cara itu pula yang kerap digunakan para pengedar narkoba dalam mempengaruhi remaja yang jiwanya sedang labil.

“Penyebaran narkoba harus dicegah sejak dini, minimal menghindari dari pergaulan yang tidak sehat dan diusahakan untuk tidak merokok,” kata salah seorang Calon Petugas Penjangkau Penyalahgunaan Narkoba Kabupaten Pekalongan, Herman, di sela kegiatan pelatihan dan bimbingan teknik (Bintek) bagi Calon Petugas Penjangkau Penyalahgunaan Narkoba, Kabupaten Pekalongan Tahun 2015, di ruang Aula Sekda Lantai 3, Kamis (17/9) kemarin.

Kegiatan yang dilaksanakan Pemeritah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Tengah tersebut, untuk mendukung Gerakan Nasional Penanganan Ancaman Narkoba, dalam rangka mewujudkan Indonesia Emas 2045. Acara tersebut diikuti 50 Calon Petugas Penjangkau Penyalahgunaan Narkoba, Kabupaten Pekalongan, yang terdiri atas 19 orang perwakilan dari kecamatan, 7 orang dari Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD), 19 orang dari TSTK dan 5 orang dari organisasi kemasyarakatan (Ormas).