Oknum Guru SD Tarik Pungli

Berdalih sebagai Biaya Jam Pelajaran Tambahan

417
MENGADU: Orang tua siswa SDN Rejosari 01, Eka Megawati saat mencari keadilan di DPRD Kota Semarang, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MENGADU: Orang tua siswa SDN Rejosari 01, Eka Megawati saat mencari keadilan di DPRD Kota Semarang, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MENGADU: Orang tua siswa SDN Rejosari 01, Eka Megawati saat mencari keadilan di DPRD Kota Semarang, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MENGADU: Orang tua siswa SDN Rejosari 01, Eka Megawati saat mencari keadilan di DPRD Kota Semarang, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

REJOSARI – Dugaan adanya pungutan liar (pungli) kembali mencoreng dunia pendidikan Kota Semarang. Seorang oknum guru Sekolah Dasar (SD) diduga memungut biaya untuk jam pelajaran tambahan. Guru kelas 4C SDN Rejosari 01 Semarang Timur itu diketahui berinisial Sun. Ia diduga meminta uang jam pelajaran tambahan kepada orang tua siswa. Namun beberapa orang tua siswa merasa keberatan dengan pungutan tersebut. Yang memprihatinkan, diduga karena menolak membayar, salah satu siswa mendapatkan intimidasi dari guru tersebut, sehingga takut untuk berangkat sekolah.

”Sebelumnya saya sudah menembusi guru tersebut, dan saya sudah bilang jika baru bisa membayar les tanggal 15 September. Tetapi justru sebaliknya, dari pihak sekolah malah mengatakan kenapa bisa bayar les di luar, namun bayar les di sekolah tidak bisa,” kata Eka Megawati, orangtua dari Alma Chelsea Widelia, siswa kelas 4C SDN Rejosari 01 saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang di Gedung DPRD Kota Semarang, Kamis (17/9).

Eka yang datang bersama suami dan kedua anaknya tersebut hendak mengadukan nasib anaknya yang menerima intimidasi dari pihak guru sekolah tersebut ke anggota dewan. Sebelumnya, menurut pengakuan Eka, dirinya juga sempat mencari keadilan kepada kepala sekolah setempat, namun tidak membuahkan hasil.