SENIOR: Pebulutangkis Jateng, Dionysius Hayom Rumbaka ketika tampil di PON Riau 2012 lalu. Di PON Jabar 2016 mendatang Jateng bakal mengandalkan muka-muka baru terkait paturan pembatasan usia. (Baskoro Septiadi/Jawa Pos Radar Semarang)
SENIOR: Pebulutangkis Jateng, Dionysius Hayom Rumbaka ketika tampil di PON Riau 2012 lalu. Di PON Jabar 2016 mendatang Jateng bakal mengandalkan muka-muka baru terkait paturan pembatasan usia. (Baskoro Septiadi/Jawa Pos Radar Semarang)
SENIOR: Pebulutangkis Jateng, Dionysius Hayom Rumbaka ketika tampil di PON Riau 2012 lalu. Di PON Jabar 2016 mendatang Jateng bakal mengandalkan muka-muka baru terkait paturan pembatasan usia. (Baskoro Septiadi/Jawa Pos Radar Semarang)
SENIOR: Pebulutangkis Jateng, Dionysius Hayom Rumbaka ketika tampil di PON Riau 2012 lalu. Di PON Jabar 2016 mendatang Jateng bakal mengandalkan muka-muka baru terkait paturan pembatasan usia. (Baskoro Septiadi/Jawa Pos Radar Semarang)

SEMARANG – Cabor bulu tangkis di ajang PON XIX Jabar 2016 mendatang bakal menggunakan pembatasan usia dimana mereka yang bisa tampil di olahraga multievent empat tahunn itu adalah pebulu tangkis berusia dibawah 25 tahun.

Itu artinya, beberapa nama pebulu tangkis Jateng yang menyumbangkan medali di PON Riau 2012 lalu seperti Dionysius Hayom Rumbaka, Maria Febe Kusumastuti, Mohammad Ahsan, Tontowi Ahmad, Ana Rovita maupun Debby Susanto sudah tidak bisa memperkuat Jateng di PON Jabar.

Pelatih Tim Bulu Tangkis PON Jateng Fung Permadi, mengatakan, pada nomor tunggal putra setelah tidak ada Hayom Rumbaka Jateng ada beberapa nama yang diproyeksi turun di PON diantaranya Ihsan Maulana Mustofa, Shesar Hiren Rhustavito dan Riyanto Subagja.

Kemudian untuk tunggal putri, kata dia, ada pemain yunior Marsheilla Gischa Islami juga tengah diproyeksikan untuk turun di PON Jabar. Dengan adanya pembatasan usia, menurut Fung Jateng belum bisa mematok target untuk mempertahankan gelar juara umum cabor bulu tangkis seperti yang mereka capai di Riau kemarin.