67 Persen Penolakan Perlu Diklarifikasi

135

SEMARANG – PT Sahabat Mulia Sakti (SMS) menyatakan adanya pernyataan yang menyebutkan 67 persen warga menolak pembangunan pabrik semen di Kecamatan Tambakromo, Kabupaten Pati, perlu diklarifikasi guna kepentingan bersama.

”Angka 67 persen itu bukan dari seluruh masyarakat tapak pabrik dan tambang, namun dari jumlah responden yang mencakup 2 sampai 4 persen dari jumlah rumah tangga pada masing-masing permukiman,” kata Direktur PT SMS, Alexander Frans di Semarang, kemarin.

Hal tersebut disampaikan Alex menanggapi pernyataan Senior Environmental and Compliance Officer PT Indocement Ridwan Saputra. Ridwan memberi pernyataan terkait dokumen amdal rencana pembangunan pabrik semen PT Indocement di Kabupaten Pati yang mencatat perihal 67 persen warga terdampak menolak pelaksanaan proyek tersebut pada sidang di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Semarang, Selasa (15/9).

Dia menjelaskan sesuai dengan dokumen kerangka acuan analisis mengenai dampak lingkungan hidup rencana pembangunan pabrik semen serta penambangan batu gamping dan batu lempung di Kabupaten Pati oleh PT SMS, yang telah disetujui melalui Keputusan Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Pati Nomor 660.1/161/2012 tertanggal 8 Mei 2012, maka metode pengumpulan data dilakukan wawancara dengan responden memakai kuesioner secara ”purposif sampling”.

Menurut dia, dalam dokumen amdal yang telah disetujui sidang komisi penilai amdal pada November 2014, dijelaskan terkait sikap atau persepsi masyarakat terhadap rencana pabrik, diperoleh data awal 67 persen menolak dengan berbagai alasan.

”Dengan mengacu data-data ini, PT SMS melakukan kajian atas semua alasan penolakan tersebut. Juga semua kekhawatiran masyarakat sehingga awalnya melakukan penolakan tersebut telah ditangani dan dikelola dengan baik oleh pemrakarsa yang pada akhirnya dicantumkan dalam dokumen Rencana Kelola Lingkungan Hidup serta Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup PT SMS,” ujarnya.