MLATIHARJO – Kondisi tanggul Sungai Banjir Kanal Timur (BKT) di wilayah Kelurahan Mlatiharjo, Kecamatan Semarang Timur sangat memprihatinkan. Pasalnya, tanggul penahan air tersebut mengalami kebocoran hingga 9 titik. Kondisi tersebut membuat warga waswas. Apalagi musim penghujan tak lama lagi bakal datang.

”Kami akan tunjukkan 9 titik tanggul yang bocor tersebut kepada Pak Gubernur agar mendapat perhatian untuk ditambal,” ungkap Lurah Mlatiharjo Titiek Soemijarti kepada Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (16/9) kemarin.

Menurutnya, hal tersebut nantinya akan ditujukan kepada Gubernur Ganjar Pranowo yang rencananya akan membuka kegiatan resik-resik kali di Sungai Banjir Kanal Timur dalam waktu dekat. ”Kami menyambut baik kegiatan tersebut. Kami siap mengerahkan semua jajaran dari tingkat RT, RW dan warga sekitar Mlatiharjo untuk hadir membersihkan sungai,” terangnya.

Dia mengatakan, kegiatan yang rencananya akan digelar pada September ini pernah dilakukan pada lima tahun lalu. Menurutnya, dengan adanya kegiatan itu akan membawa perubahan, khususnya mengurangi dampak banjir yang selama ini masih kerap terjadi di wilayah tersebut.

”Ini dulu pernah dilakukan sekitar tahun 2010, sudah lima tahun baru dilakukan lagi acara resik-resik Sungai Banjir Kanal Timur. Semoga dengan kegiatan ini, bisa mengurangi banjir, syukur-syukur tidak ada lagi banjir di wilayah Mlatiharjo,” harapnya.

Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Jateng Prasetyo Budhie Yuwono mengakui telah melakukan pemantapan rapat untuk bersih-bersih Sungai Banjir Kanal Timur yang akan dihadiri Gubernur Ganjar Pranowo. Kegiatan resik-resik Sungai Banjir Kanal Timur ini dimulai dari Jembatan Kartini hingga melintasi empat kelurahan sampai Jembatan Kaligawe.

”Kami juga melihat kondisinya, apakah warga mampu atau tidak, maka hari ini (kemarin) digelar rapat pemantapan untuk tenaga dan peralatan yang dipersiapkan untuk resik-resik Banjir Kanal Timur. Peralatan lengkap juga sudah dipersiapkan pada kegiatan bersih-bersih nantinya,” katanya. (mha/aro/ce1)