Pemekaran Cilacap Tunggu Keputusan Gubernur

271

SEMARANG – Rencana pemekaran sepuluh kecamatan di Cilacap Barat bakal terealasiasi. Sebab, kajian akademis terkait dengan usulan pemekaran yang dilakuakn tim dari Unsoed sudah diserahkan ke Gubernur Jateng. Hal itu untuk melengkapi persyaratan administrasi agar bisa segera mekar dari Kabupaten Cilacap.

Anggota Komisi A DPRD Jateng, Sriyanto Saputro mengatakan, secara administrasi memang Cilacap Barat layak mekar. Sebab, dari segi luas wilayah dan jumlah penduduk sudah memenuhi syarat untuk bisa lepas dari Kabupaten Cilacap.

Selain itu, pembangunan yang tidak merata dan jarak dengan pusat kota mencapai sejauh 160 km. ”Kalau secara administrasi memang layak. Kami juga masih mengkaji, kajian dari Unsoed,” katanya, kemarin.

Sriyanto menambahkan, kajian dari Unsoed juga sudah dikirim ke Komisi A dan Gubernur Jateng. Pihaknya bakal mengkaji dan mempertimbangan untuk memperjuangkan keinginan masyarakat Cilacap Barat tersebut.

Jumlah penduduk di Cilacap Barat juga sudah mencapai 1 juta penduduk lebih. Dan saat ini sudah disiapkan lahan 50 hektare untuk pembangunan pusat kota. ”Saya kira mekar bisa lebih meringankan beban dan bisa memeratakan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat,” kata anggota Komisi D DPRD Jateng, Samirun.

Ketua Presidium Pemekaran Kabupaten Cilacap, Bambang Suharto mengatakan, seluruh masyarakat dan elemen di 10 kecamatan sepakat untuk mekar. Yakni Kecamatan Deyuhluhur, Wanarejo, Mejenang, Cimanggu, Karangpucung, Ganding Mangu, Sidarejo, Kedungrejo, Patimuwan, serta Kecamatan Cipari. ”Kami sudah memperjuangkan ini selama 12 tahun, kami ingin agar Cilacap Barat bisa mekar dari Kabupaten Cilacap,” katanya.

Bambang menambahkan, keinginan untuk mekar bukan tanpa alasan. Selama ini 10 kecamatan di Cilacap Barat seperti dianaktirikan baik mulai dari pelayanan maupun dari pembangunan. Buktinya, kondisi jalan masih rusak parah dan pelayanan juga tidak maksimal. Parahnya jarak desa terjauh dengan pusat kota mencapai 160 km. ”Bayangkan kalau kami ingin mengurus administrasi atau berobat ke pusat kota bisa 4 jam lebih. Ini yang menjadi salah satu alasan,” imbuhnya. (fth/zal/ce1)