KENDAL- Calon Bupati Kendal nomor urut 2, Mirna Annisa, akan memperhatikan nasib guru mengaji, Madrasah Diniyah (Madin) dan Taman Pendidikan Alquran (TPQ) di Kabupaten Kendal. Hal itu lantaran selama ini kesejahteraan para guru mengaji di TPQ, Madin, maupun tempat-tempat pembelajaran lainnya kurang mendapatkan perhatian dari pemerintah.

Menurut Mirna, keberadaan guru mengaji, ustadz ataupun kiai telah memberikan banyak sumbangan besar bagi masa depan anak-anak dan generasi muda. Mereka memberikan pendidikan tidak sekadar kecerdaasan akal, tapi mengajarkan sebagai landasan moral untuk kecerdasan hati.

“Sehingga orang bisa menilai dan memilah mana baik dan buruk. Orang bisa memiliki kesalehan sosial ketika diajarkan ilmu agama. Semua itu karena jasa besar dari para kiai, ustadz maupun guru ngaji di Madin dan TPQ. Jadi sudah sedianya mereka mendapatkan balasan dari negara ini,” tandasnya.

Selama ini, kata dia, nyaris pemerintah daerah kurang begitu memperhatikan jasa yang sudah disumbangkan bagi para guru mengaji yang telah banyak berjasa. Dana bantuan yang ada selama ini sebesar Rp 200 ribu per bulan, menurutnya, tidak mencukupi untuk menutup kebutuhan hidup para guru mengaji dan keluarganya.

“Padahal para guru ngaji ini sudah meluangkan waktu tenaga dan pikirannya untuk mendidik anak-anak. Tidak hanya mendidik soal pandai membaca quran saja. Tapi juga memberikan petuah berupa nasihat dan teladan yang baik bagi anak-anak. Ini saya kira tidaklah mudah. Jadi menurut saya memang sudah saatnya para guru ngaji ini mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah setempat,” tuturnya.

Langkah pertama jika ia terpilih menjadi Bupati Kendal adalah meningkatkan insentif bagi guru mengaji se-Kabupaten Kendal. Disamping itu, juga memberikan bantuan perbaikan sarana dan prasarana bagi tempat pendidikan agama. Sebab, di Kendal, masih banyak Madin dan TPQ yang mejanya sudah tidak layak, papan tulis rusak, genting bangunan bocor, dinding retak, dan kitab-kitab mengaji banyak yang rusak. “Ini mesti dipikirkan, sebab ini menyangkut kecerdasan hati dan pikiran bagi generasi muda ke depan,” tambahnya.

Jika diberikan kesempatan dan amanah dari rakyat Kendal untuk memimpin Kendal lima tahun ke depan, Mirna akan berusaha semaksimal mungkin membenahi fasilitas TPQ dan Madin. “Terutama tambahan insentif bagi guru ngaji adalah hal utama yang akan saya jalankan,” katanya. (bud/aro)