Desak Ganjar Turun Tangan

Hentikan Konflik Urut Sewu

165
USUT TUNTAS: Teatrikal kekerasan kepada petani Urut Sewu Kebumen, para aktivis itu berharap kasus tersebut harus diusut tuntas. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
USUT TUNTAS: Teatrikal kekerasan kepada petani Urut Sewu Kebumen, para aktivis itu berharap kasus tersebut harus diusut tuntas. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

USUT TUNTAS: Teatrikal kekerasan kepada petani Urut Sewu Kebumen, para aktivis itu berharap kasus tersebut harus diusut tuntas. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
USUT TUNTAS: Teatrikal kekerasan kepada petani Urut Sewu Kebumen, para aktivis itu berharap kasus tersebut harus diusut tuntas. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Walisongo, Rabu (16/9) kemarin, menggeruduk kantor Gubernur Jawa Tengah di Jalan Pahlawan Semarang. Mereka menuntut Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menghentikan konflik di Urut Sewu Kebumen dan melindungi para petani atas tindakan kekerasan yang dilakukan aparat TNI.

”Kami mengecam keras tindakan represif TNI yang tidak manusiawi. Biarkan petani bekerja dengan tenang. Gubernur harus turun tangan menyelesaikan konflik di Urut Sewu ini,” ujar kordinator aksi Bima Sakti dalam orasinya.

Ia menilai, dalam kasus ini TNI telah menyalahi Undang-Undang N0 34 Tahun 2014 tentang fungsi dan wewenang TNI. Yaitu secara represif melawan petani meskipun mereka dalam kondisi tidak terancam. ”Adili aparat TNI yang melakukan kekerasan terhadap petani. Kami minta Kodam Diponegoro minta maaf atas hal ini,” sambung Bima disertai teriakan dukungan dari sejumlah anggota.

Dalam kesempatan tersebut, mereka juga menggelar aksi teatrikal yang menunjukkan perlakukan TNI yang semena-mena terhadap petani. Dua mahasiswa bertubuh besar diibaratkan sebagai TNI terus menganiaya dua mahasiswa bertubuh kurus dan kecil layaknya petani. Meski terik matahari pukul 12 siang terasa menyengat, tidak menghalangi niat mereka berguling-guling di aspal depan pintu gerbang kantor gubernur.

Silakan beri komentar.