Nadia (DOKUMEN PRIBADI)
Nadia (DOKUMEN PRIBADI)
Nadia (DOKUMEN PRIBADI)
Nadia (DOKUMEN PRIBADI)

NADIA Puspitasari mengaku senang bisa mewakili Indonesia dalam misi budaya ke Perancis bersama Studio 8 Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Diponegoro (Undip) beberapa waktu lalu. Bagaimana tidak, dara cantik kelahiran Bandung 19 tahun yang lalu ini berhasil lolos seleksi menjadi pemain alat musik saron, salah satu alat musik dalam instrumen gamelan.

Nadia dan tim mengikuti berbagai festival di beberapa kota seperti Morcenx, Plozevet dan Valladollid di Spanyol selama 40 hari. Di sana, dia memainkan saron bersama instrumen gamelan lainnya untuk mengiringi tari-tarian tradisional, seperti tari Puspanjali dan Saman.

”Budaya negara lain benar-benar berbeda dengan Indonesia. Terlebih aku juga baru pertama kali ke luar negeri, dan ternyata apresiasi mereka terhadap budaya kita sangat baik, dan tentu aja aku seneng banget bisa ikut misi budaya ini. Selain bisa tahu banyak budaya negara lain, aku jadi lebih cinta dan bangga sama budaya Indonesia,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Nadia sendiri mengaku, sebelumnya tidak punya basic di bidang musik. Namun sejak terpilih menjadi peserta misi budaya, dan didaulat memegang alat musik saron oleh pelatihnya, ternyata inilah yang membawanya hingga ke Perancis.

”Disayangkan banget kalau orang-orang sudah ngelupain budaya tradisional di Indonesia, padahal sebenarnya budaya kita bagus banget, unik, dan sangat beragam. Seharusnya kita bangga dan ikut melestarikan budaya tradisional, karena budaya kita sangat diapresiasi di luar negeri,” ujarnya. (mg26/aro/ce1)