APK ILEGAL : Panwaskab bersama dengan Satpol PP Kabupaten Pekalongan menertibkan alat peraga kampanye ilegal pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Pekalongan yang tersebar di banyak tempat. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
APK ILEGAL : Panwaskab bersama dengan Satpol PP Kabupaten Pekalongan menertibkan alat peraga kampanye ilegal pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Pekalongan yang tersebar di banyak tempat. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
APK ILEGAL : Panwaskab bersama dengan Satpol PP Kabupaten Pekalongan menertibkan alat peraga kampanye ilegal pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Pekalongan yang tersebar di banyak tempat. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
APK ILEGAL : Panwaskab bersama dengan Satpol PP Kabupaten Pekalongan menertibkan alat peraga kampanye ilegal pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Pekalongan yang tersebar di banyak tempat. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KAJEN-Bulan pertama memasuki kampanye, Panwas Kabupaten Pekalongan bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menertibkan sebanyak 475 Alat Peraga Kampanye (APK) ilegal. Yakni milik pasangan kedua calon Bupati dan Wakil Bupati Pekalongan yang bertarung dalam Pilkada 2015 ini.

APK ilegal tersebut, sebagian besar berupa baliho, spanduk hingga stiker yang bentuk dan ukurannya tidak sesuai dengan PKPU Nomor 7 Tahun 2015 tentang kampanye Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota. Seperti bentuk dan ukuran serta tempat pemasangan, yang tidak sesuai dengan PKPU Nomor 7 Tahun 2015.

Ketua Panwas Kabupaten Pekalongan, Ahmad Dzul Fahmi, menyatakan bahwa bahwa ada 1.000 lebih APK ilegal, milik kedua calon Bupati dan Wakil Bupati Pekalongan yang tersebar dan dipasang di banyak tempat di wilayah Kabupaten Pekalongan. “Dalam satu bulan ini sudah 475 APK ilegal kita tertibkan,” ungkap Fahmi.

Dijelaskan Fahmi, sebelum Panwas melakukan penertiban dan mencopot APK ilegal, pihaknya jauh hari sudah memberikan surat teguran kepada pemilik APK. Namun setelah surat teguran tersebut tidak direspon, pihaknya bersama Satpol PP Kabupaten Pekalongan mencopot APK ilegal tersebut.