BASKORO S/JAWA POS RADAR SEMARANG TERUS BERSIAP: Tim dari dua provinsi yakni Jateng dan Papua, saat berlatih tanding beberapa waktu yang lalu untuk menghadapi pra PON yang akan digelar 4-13 Oktober mendatang di Surabaya. (BASKORO S/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BASKORO S/JAWA POS RADAR SEMARANG TERUS BERSIAP: Tim dari dua provinsi yakni Jateng dan Papua, saat berlatih tanding beberapa waktu yang lalu untuk menghadapi pra PON yang akan digelar 4-13 Oktober mendatang di Surabaya. (BASKORO S/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BASKORO S/JAWA POS RADAR SEMARANG TERUS BERSIAP: Tim dari dua provinsi yakni Jateng dan Papua, saat berlatih tanding beberapa waktu yang lalu untuk menghadapi pra PON yang akan digelar 4-13 Oktober mendatang di Surabaya. (BASKORO S/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BASKORO S/JAWA POS RADAR SEMARANG
TERUS BERSIAP: Tim dari dua provinsi yakni Jateng dan Papua, saat berlatih tanding beberapa waktu yang lalu untuk menghadapi pra PON yang akan digelar 4-13 Oktober mendatang di Surabaya. (BASKORO S/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Babak kualifikasi PON XIX cabor sepak bola positif digelar pada awal Oktober mendatang. Jateng sendiri dalam babak kualifikasi tersebut akan bertarung di Zona Jawa bersama DKI Jakarta, Banten, Jogjakarta dan tuan rumah Jatim.

Asisten manajer Jateng, Eko Wahyudi dihubungi kemarin mengatakan, dalam Rapat Koordinasi (Rakor) pelaksanaan Pra PON di Jakarta kemarin tidak ada perubahan yang berarti soal jadwal kualifikasi cabor sepak bola di ajang multievent empat tahunan tersebut. “Hanya ada sedikit perubahan tanggal berlangsungnya Pra PON Zona Jawa yang tadinya 4-12 Oktober 2015 menjadi 4-13 Oktober 2015. Selebihnya tidak ada perubahan terutama soal pembagian grup juga tetap sama,” terang Eko dihubungi kemarin.

Terkait dengan polemik yang sempat muncul buntut dari konflik PSSI dan Menpora dimana babak kualifikasi PON sepak bola yang ingin di ambil alih tim transisi bentukan Menpora, Eko mengatakan dalam Rakor kemarin juga telah dibahas tuntas. “Di dalam Rakor posisi PSSI cukup kuat karena sesuai surat KONI yang ditandatangani pak Tono Suratman (Ketum KONI) bahwa yang akan menggelar babak kualifikasi cabor sepak bola adalah PSSI,” sambungnya kemarin.

Lebih lanjut pihaknya juga mengatakan, dalam rakor tersebut juga telah dibahas masalah kuota pemain entry by name masing-masing daerah dimana telah disepakati sebanyak 20 pemain yang berhak didaftarkan masing-masing daerah untuk tampil di babak kualifikasi. “Kami sendiri mengusulkan batas entry by name Zona Jawa yang seharusnya berakhir 14 September kemarin diundur menjadi 19 September karena terkait dengan kepastian pemain-pemain kami yang baru bergabung dengan PS AD. Dan semua peserta Zona Jawa juga setuju dengan pengunduran tersebut,” lanjutnya.

Sementara dari sisi teknis, Sore (16/9) ini anak-anak Jateng akan kembali melakoni laga uji coba. Soni Setiawan dkk akan menjamu tim Pra PON Kalteng dalam laga yang digelar di Stadion Moch. Soebroto) Magelang.

Di laga uji coba tersebut juru taktik Jateng, Firmandoyo berharap anak-anak Jateng bisa terus memperbaiki team work mereka setelah hanya menang tipis 1-0 versus tim Pra PON Papua dalam laga uji coba sebelumnya. “Dari sisi permainan masih terus kami perbaiki. Dan memang dua kali laga uji coba lawan tim selevel ini cukup membantu kami selama mempersiapkan diri sebelum menghadapi Pra PON,” terang mantan pelatih PSIS Semaranh itu. (bas/smu)