Gembleng Beladiri Polri

190
LENTUR : Simpe Bripka Khafid Kuzaeni memimpin gelar latihan bersama beladiri Polri, kemarin. (JPNN)
LENTUR : Simpe Bripka Khafid Kuzaeni memimpin gelar latihan bersama beladiri Polri, kemarin. (JPNN)
LENTUR : Simpe Bripka Khafid Kuzaeni memimpin gelar latihan bersama beladiri Polri, kemarin. (JPNN)
LENTUR : Simpe Bripka Khafid Kuzaeni memimpin gelar latihan bersama beladiri Polri, kemarin. (JPNN)

SLAWI – Atas instruksi Kapolres Tegal AKBP RH Wibowo, aktivitas beladiri Polri yang merupakan paduan jenis olahraga Karate dan Judo digiatkan secara kontinyu. Pelatih beladiri Polres Tegal Simpe Bripka Khafid Kuzaeni menyatakan kontinuitas pelatihan beladiri dilakukan setiap Selasa pagi.

“Dalam pelatihan teknik beladiri, masing- masing personel akan mendapat pemahaman satu jurus dalam satu hari. Dan sebagai bekal terakhir adalah pemberian materi tenaga dalam,” ujarnya Selasa ( 15/9) pagi.

Diakuinya setidaknya dengan bekal ilmu beladiri ini ke depan bisa membentengi personel ditengah maraknya aksi unjuk rasa dalam menyampaikan aspirasi, yang dimungkinkan muncul. Termasuk mengingatkan serta menambah ilmu bela diri dalam kejadian di lapangan ketika anggota Polri harus menangkap tersangka tindak pidana.

Khafid Kuzaini sendiri adalah anggota Sabhara yang sudah menyandang gelar Simpe (guru Karate) sejak 1998. Kapolres AKBP RH Wibowo menegaskan bahwa anggotanya seminggu sekali dilatih beladiri Polri sebagai bekal ketrampilan perlindungan ketika menghadapi ancaman maupun penangkapan pelaku tindak pidana. “Tentunya ini sangat bermanfaat untuk menjaga stamina anggota itu sendiri,” tandasnya.

Dasar-dasar Karate mulai dari pukulan, tangkisan, tendangan dan terlebih penting cara membawa tahanan, setiap personel sewaktu pendidikan umum Polri sudah dilatih. Namum hal ini kalau tidak diaplikasikan di daerah tentunya akan lupa. Dengan latihan rutin akan lebih sigap ketika menghadapi situasi terdesak. (her/ric)