RUSAK KARENA TANGAN JAHIL : Warga Desa Kwasen, Kesesi, saat menunjuKkan pengait pintu air bendungan Setu yang rusak karena dicuri warga. (Taufik hidayat/jawa pos radar semarang)
RUSAK KARENA TANGAN JAHIL : Warga Desa Kwasen, Kesesi, saat menunjuKkan pengait pintu air bendungan Setu yang rusak karena dicuri warga. (Taufik hidayat/jawa pos radar semarang)
RUSAK KARENA TANGAN JAHIL : Warga Desa Kwasen, Kesesi, saat menunjuKkan pengait pintu air bendungan Setu yang rusak karena dicuri warga. (Taufik hidayat/jawa pos radar semarang)
RUSAK KARENA TANGAN JAHIL : Warga Desa Kwasen, Kesesi, saat menunjuKkan pengait pintu air bendungan Setu yang rusak karena dicuri warga. (Taufik hidayat/jawa pos radar semarang)

KAJEN – Dari 12 bendungan yang ada di Kabupaten Pekalongan, sebagian besar kondisi pintu airnya tidak berfungsi dengan baik karena ulah tangan jahil yang mencuri sebagian peralatan di bendungan tersebut. Seperti pengait ulir pada pintu air hilang, setir pintu air yang copot, hingga plat pintu air yang hilang.

Seperti Bendungan Setu di Desa Kwasen, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan. Meski kondisi air di desa tersebut melimpah, namun keberadaan bendungan nyaris tidak berfungsi untuk mengaliri sawah di sekitarnya. Karena tiga dari lima pintu yang ada tidak berfungsi.

Demikian juga dengan bendungan atau pintu air yang ada di Desa Mulyorejo, Kecamatan Tirto yang rusak karena besi gagang untuk menaikkan dan menurunkan pintu air dirusak dan dicuri warga. Meski pihak desa sudah melakukan pengamanan, dengan dijaga secara bergilir, pintu air tersebut tetap saja dicuri tangan jahil.

Mulyadi, 42, warga Desa Kwasen, Kecamatan Kesesi, Selasa (15/9) mengungkapkan pencuri yang merusak pegangan pintu air hanya mengambil pengaitnya saja yang terbuat dari bahan tembaga atau kuningan.

Menurutnya pencuri dalam melakukan aksinya juga menggunakan alat las untuk melepas pegangan yang terbuat dari kuningan tersebut. Sehingga pintu air tidak berfungsi karena pengaitnya dilepas.