Dewan Dorong Percepatan Pembangunan Pasar Klitikan

196

BALAI KOTA – Hingga kini pembangunan pasar klitikan di Penggaron, tepatnya di lahan sekitar Rumah Pemotongan Hewan (RPH) belum tuntas. DPRD Kota Semarang pun mendorong pemkot untuk segera menyelesaikan pembangunan pasar klitikan, mengingat perencanaan pembangunan sudah dilakukan sejak lama.

Anggota Komisi B DPRD Kota Semarang, Danur Rispriyanto mengatakan, konsep pasar klitikan sebenarnya sudah dilontarkan pihak eksekutif. Bahkan di Penggaron rencananya juga menjadi sentra klitikan, seperti halnya di Kota Solo. Namun selama ini pihaknya belum mendapat progres yang signifikan atas pembangunan pasar tersebut. ”Selama ini kita belum menerima laporan progres dari pembangunan pasar klitikan. Anggaran pembangunannya sampai di mana, pembangunannya sejauh mana, kita belum menerima report,” kata Danur.

Komisi B mengapresiasi konsep yang dipaparkan oleh pihak pemkot. Pasar klitikan di Penggaron sangat bagus dan presentatif, sehingga nantinya bisa menjadi ikon Kota Semarang sebagai pusat pasar klitikan. Dengan adanya sentra klitikan, maka diharapkan tidak ada lagi PKL klitikan berjualan di jalan-jalan protokol, seperti di Jalan Kokrosono, Taman Progo, Sompok, Jalan Kartini dan lainnya. ”Dengan begitu wajah kota semakin tertata. Jika memang masyarakat ingin mencari klitikan, ya tempatnya di sentra klitikan Penggaron,” kata politisi dari Partai Demokrat itu.

Terpisah, Kabid Perencanaan dan Pembangunan Dinas Pasar Kota Semarang, Nurkholis menyatakan, proses pembangunan pasar klitikan Penggaron masih berjalan. Proses pembangunan zona 2 sudah dalam proses finishing. Proses pembangunan tahap 2 ditarget selesai bulan September tahun ini. Selain itu, pihaknya juga telah menganggarkan pembangunan tahap tiga sebesar Rp 11 miliar. ”Saat ini, pembangunan masih tetap berlangsung. Harapan kami pembangunan tahap kedua selesai September dengan tingkat penyelesaiannya 100 persen. Pembangunan pasar klitikan di Penggaron untuk tahap tiga kita sudah anggarkan Rp 11 milar. Pengerjaannya saat ini untuk menyelesaikan bangunan tengah atau zona 2, 1 dan 3. Kalau zona 2 tinggal penyempurnaan,” tegas Nurkholis.

Selama ini pihaknya juga mengklaim telah melakukan sosialisasi kepada pedagang klitikan yang tersebar di sejumlah titik Kota Semarang, seperti di kawasan Kokrosono, Lamper, Taman Progo, dan sebagainya. Sosialisasi akan terus dilakukan hingga proyek pembangunan selesai. Harapannya pedagang memahami rencana penataan yang dilakukan oleh Pemkot Semarang. “Jika pembangunan sudah selesai, kami berharap pedagang mau pindah ke sentra klitikan Penggaron,” harapnya. Semua pedagang klitikan akan dipusatkan di sentra klitikan Penggaron. Sehingga semua PKL klitikan yang selama ini tersebar di berbagai titik, akan dipusatkan di satu gedung. Kawasan Penggaron juga dirasa representatif untuk pedagang klitikan. Pedagang tidak perlu khawatir lagi akan sepi pembeli atau kesulitan akses. Karena pemkot akan memberikan fasilitas penunjang,termasuk sarpras di kawasan tersebut. (mha/zal/ce1)