Kemudian di nomor 200 m gaya dada putri, giliran Kavita Chrisna yang sebelumnya menghuni peringkat pertama waktu terbaik yaitu 2 menit 43.66 detik harus melorot psisinya ke peringkat keempat. Lagi-lagi di nomor tersebut, perenang Riau Vanesha Evato menjdi yang terbaik dengan catatan waktu 2 menit 40.34 detik.

Pelatih renang Jateng, Teguh Santoso mengakui, saat ini persaingan memang cukup ketat. Perenang-perenang yunior dari Provinsi lain mampu mendekati catatan waktu perenang senior di beberapa kejuaraan terakhir. “Makanya saat ini perenang kami seperti Margaretha masih terus digembleng agar limitnya kembali di best time mereka. Dan memang kemarin anak-anak sempat di kuliahnya, namun di sisa waktu ini tentunya harus dimanfaatkan dengan baik agar mereka kembali ke best time masing-masing,” terang Teguh.

Namun saat ini kata Teguh, perenang-perenang Yunior Jateng juga tidak tinggal diam. Beberapa nama seperti Sagita Putri dan Theresia Angelica juga mampu mengejutkan ketika saat ini tampil di Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) Jabar 2015. “Khususnya untuk Theresia dan Fauzia Rahma mereka mampu tampil mengejutkan di Popnas ini. ya mudah-mudahan ini menjadi awal baik sebelum dia nantinya kami prioritaskan tampil di PON Jabar 2016,” lanjut Teguh dihubungi kemarin.

Selain nama-nama seperti Margaretha Kreitha, Sagita Putri, Kavita Krisnha, Ignatius Budi Utomo Jateng kata Teguh juga tengah memproyeksikan beberapa nama lain seperti Budiman Hadi Prakoso dan Ahmad Musafirin untuk menghuni Pelatda PON Jateng. “Atlet Pelatda saat ini masih terus bongkar-pasang, nantinya dalam menentukan perenang kami juga masih bergantung dengan kuota yang diberikan. Dan untuk Pra PON sendiri renang ada beberapa tahapan, termasuk Popnas juga digunakan sebagai acuan Pra PON, hingga saat ini belum ada jadwal resmi. Biasanya melalui KRAPSI,” pungkas Teguh. (bas/smu)