Ahmad Ridwan (Radar semarang files)
Ahmad Ridwan (Radar semarang files)
Ahmad Ridwan (Radar semarang files)
Ahmad Ridwan (Radar semarang files)

SEMARANG – DPRD Jateng menyambut baik rencana Pemprov yang bakal mendirikan kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) di tingkat Kecamatan. Apalagi alasannya untuk mempermudah masyarakat membayar pajak kendaraan bermotor. Namun dewan meminta Pemprov mempertimbangkan biaya untuk operasional yang dipastikan cukup besar.

Anggota Komisi C DPRD Jateng, Ahmad Ridwan mengatakan, Pemprov harus mempertimbangkan anggaran untuk pengadaan Samsat tersebut. Sebab, meski menempel di kantor kelurahan, tentu membutuhkan piranti lunak untuk operasionalnya. “Bayangkan saja di Jateng ada sebanyak 573 kecamatan. Kalau semua nanti dikasih Samsat berapa biaya yang digunakan,” katanya, kemarin.

Politisi PDIP ini menambahkan, Pemprov harus mempertimbangkan pendapatan dari proyek Samsat Kecamatan tersebut. Pihaknya bakal mengkaji kebijakan itu, apakah lebih banyak manfaatnya atau tidak. Kalau memang tujuannya untuk mempermudah masyarakat dan menyadarkan membayar pajak tidak masalah. “Karena selama ini, diakui memang piutang dan denda pajak kendaraan di Jateng cukup tinggi. Salah satu penyebabnya karena masyarakat enggan bayar pajak karena lokasi Samsat jauh,” imbuhnya.