Penculik Sekar Maharani Diancam Pasal Berlapis

258

KENDAL-Kasus penculikan Sekar Maharani, 13, warga Desa Bebengan Kecamatan Boja, telah menemukan titik terang. Kini petugas Polres Kendal, telah memeriksa 10 orang. Di antaranya adalah pelaku penculikan itu sendiri yakni Slamet, 40 dan Agung, 21. Serta korban yang juga siswi SMPN 2 Singorojo, Kendal. “Kami sudah memeriksa 10 orang, termasuk korban dan pelaku,” kata Kasatreskirm Polres Kendal, Iptu Fiernando Andriansyah.

Menurutnya, kasus penculikan tersebut bermula ketika pelaku yang bernama Slamet, menaruh hati kepada Sekar. Slamet yang tak lain adalah ayah teman Sekar, mengaku menjemput Sekar pada 6 Agustus lalu. Kemudian membawanya ke Purwodadi hingga ke Kalimantan Barat. “Singkat cerita, pelaku menaruh hati pada Sekar. Kemudian diajak kabur karena suka dengan korban,” tambahnya.

Di Purwodadi, katanya, Sekar diajak ke rumah orang tua Slamet. Namun Slamet mendapatkan teguran dari kedua orang tuanya, karena membawa anak gadis orang lain. Merasa tak diterima, kemudian Slamet nekat membawa Sekar ke Kalimantan dan tinggal di rumah salah satu temannya. “Sekar dibawa dengan jalur laut. Di Kalimantan, Sekar dan Slamet tinggal di rumah kenalan pelaku hingga satu bulan,” tuturnya.

Terkait keterlibatannya pelaku yang bernama Agung dalam kasus penculikan Sekar, ada dugaan jika Agung mengalami gangguan jiwa. Kini, Agung menjalani pemeriksaan medis terkait kesehatan jiwanya. “Pengakuan Agung selalu berubah-ubah. Untuk mengetahui keadaannya, bersangkutan saat ini sedang menjalani pemeriksaan medis,” bebernya.

Pihak kepolisian juga meminta Sekar menjalani visum, untuk mengetahui apakah korban mengalami kekerasan seksual atau tidak saat bersama Slamet. Rencananya pelaku bakal dijerat dengan pasal 332 Ayat 1 KHUP tentang penculikan anak di bawah umur dan dugaan tindak asusila yang dilakuan Slamet.

“Kalau memang terbukti, Slamet akan dijerat dengan pasal berlapis. Apalagi korban masih di bawah umur,” tambah Kapolres Kendal AKBP Widi Atmoko, saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang.

Sementara itu, Susilo Haryono, ayah korban mengaku senang karena Sekar telah kembali dengan selamat. Menurut Susilo, Sekar tiba di Kendal sejak Sabtu (12/9) lalu dengan menggunakan pesawat terbang dari Kalimantan Barat Jumat(11/9) kemarin. “Dia (Sekar, red) sudah di rumah sejak Sabtu (12/9) lalu. Sekar pulang dengan pesawat terbang tujuan Jogjakarta, kemudian melanjutkan perjalanan darat ke Kendal. Bersyukur sekali anak saya bisa selamat,” tuturnya.

Terkait kasus penculikan putri kesayangannya, Susilo menyerahkan kasus tersebut sepenuhnya kepada Polisi. “Yang paling penting saat ini, Sekar selamat. Kasusnya biar ditangani petugas,” ujarnya singkat.

Seperti yang pernah diberitakan sebelumnya, Sekar dilaporkan hilang sejak 6 Agustus silam. Polisi lalu menangkap salah seorang pelaku bernama Agung. Dan Agung kala diperiksa menyatakan membunuh dan mengubur Sekar di kawasan waduk Jatibarang, Semarang. Namun, ternyata korban masih hidup dan berada di Kalimantan. Korban ditemukan bersama seorang pria yang diketahui bernama Slamet. (den/ida)