DUGAAN KORUPSI : Kepala Kejari Semarang, Dr Asep Mulyana didampingi Kasi Intelijen, Dodik Hermawan saat memberikan keterangan dugaan korupsi pembangunan pasar Jrakah. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DUGAAN KORUPSI : Kepala Kejari Semarang, Dr Asep Mulyana didampingi Kasi Intelijen, Dodik Hermawan saat memberikan keterangan dugaan korupsi pembangunan pasar Jrakah. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DUGAAN KORUPSI : Kepala Kejari Semarang, Dr Asep Mulyana didampingi Kasi Intelijen, Dodik Hermawan saat memberikan keterangan dugaan korupsi pembangunan pasar Jrakah. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DUGAAN KORUPSI : Kepala Kejari Semarang, Dr Asep Mulyana didampingi Kasi Intelijen, Dodik Hermawan saat memberikan keterangan dugaan korupsi pembangunan pasar Jrakah. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KALIBANTENG-Proses pembangunan Pasar Jrakah Kota Semarang tahun 2013, yang sempat terkatung-katung, ternyata diliputi dugaan kasus korupsi. Kini, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Semarang resmi melakukan penyidikan walaupun tersangka belum ditetapkan.

“Saat ini sudah diterbitkan surat perintah penyidikan nomor 08/0.3.10/fd.1/092015 untuk penanganan kasus dugaan korupsi pembangunan Pasar Jrakah tahun 2013,” kata Kepala Kejari (Kajari) Kota Semarang, Dr Asep Mulyana didampingi Kasi Intelijen Dodik Hermawan dan Kasi Pidsus, Sutrisno Margi Utomo, Senin (14/9) kemarin.

Asep mengungkapkan bahwa peningkatan status dari penyelidikan menjadi penyidikan tidak mengharuskan adanya penetapan tersangka. Tapi jika dinilai telah ditemukan alat bukti yang cukup, maka suatu perkara bisa ditingkatkan menjadi penyidikan.

“Penyidikan perkara korupsi ini berkaitan dengan adanya dugaan penyimpangan dalam proses penyempurnaan pembangunan Pasar Jrakah. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) juga ada temuan tentang pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi,” katanya.