Hendri Santosa (Ricky fitriyanto/jawa pos radar semarang)
Hendri Santosa (Ricky fitriyanto/jawa pos radar semarang)
Hendri Santosa (Ricky fitriyanto/jawa pos radar semarang)
Hendri Santosa (Ricky fitriyanto/jawa pos radar semarang)

SEMARANG – Guna mengurangi tunggakan pembayaran pajak kendaraan bermotor (PKB), Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Aset Daerah (DPPAD) Jateng terus merangsang masyarakat membayar pajak. Kebijakan pemutihan denda kembali diterapkan dengan harapan pembayaran pajak meningkat.

Kepala DPPAD Jateng Hendri Santosa mengatakan pemutihan sanksi administrasi PKB diterapkan mulai 15 September hingga 31 Desember 2015. Dengan waktu 3,5 bulan tersebut, diharapkan tunggakan pajak PKB yang nilainya mencapai Rp 1,3 triliun dapat terkurangi. “Kami beri keringanan dengan denda dibebaskan, termasuk denda Jasa Raharja,” katanya.

Dengan adanya pemutihan tersebut, wajib pajak cukup membayar pokok pajak saja. Sebab menurut aturan, penghapusan pokok pajak tidak diperbolehkan. Menurut Hendri, kebijakan pemutihan tersebut tertuang dalam Pergub No 40 tahun 2015 tentang Pembebasan Sanksi Administras PKB di Jateng. “Kebijakan ini diturunkan karena banyaknya permintaan dari wajib pajak,” ungkapnya didampingi Kabid Pajak DPPAD Jateng Kristono.