Tegal Tetap Butuh TPA

820

TEGAL – Segera berakhirnya masa sewa lahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Muarareja terus menjadi sorotan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tegal. Anggota Komisi III DPRD H Ahmad Satori mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal perlu mencari tempat alternatif untuk menggantikan TPA yang berlokasi di Kelurahan Muarareja, Kecamatan Tegal Barat itu.

TPA Muarareja yang akan habis masa sewa lahannya pada Oktober mendatang, kata Satori, tidak diperpanjang karena warga setempat tidak berkenan. Lahan di Bokong Semar yang sempat disiapkan menjadi tempat pengganti TPA Muarareja pun, saat ini terkendala akses jalan. Lagipula masih bermasalah hukum. Sehingga, belum bisa dijadikan sebagai tempat pengganti.

Kendati saat ini Pemkot sedang berupaya memaksimalkan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST), tetap saja ada komponen sampah yang harus dibuang ke TPA. Karena itu, keberadaan TPA tetap dibutuhkan di Kota Tegal yang berpenduduk 243.730 jiwa ini. “Jangan sampai tahun 2016 nanti, Kota Tegal menjadi lautan sampah,” kata Politisi Partai Demokrat itu.

Sebelumnya Kepala Dinas Pemukiman dan Tata Ruang Kota Tegal Nur Effendi menyampaikan, Pemkot telah memiliki solusi untuk mengatasi persoalan persampahan, seiring akan habisnya masa sewa lahan TPA Muarareja. Yakni, pembangunan 7 TPST tambahan, lengkap dengan tungku pembakaran sampah model tungku atau incenerator.

Satu TPST beserta incenerator dan operasionalnya, kata Nur Effendi, diperkirakan memakan anggaran sebesar Rp 400 juta dari Dana Alokasi Khusus (DAK). Selain itu, Pemkot juga akan memaksimalkan keberadaan 9 TPST yang sudah ada. (nam/jpnn/ric)