SEMARANG – Jawa Tengah mengirimkan 30 atlet wushu, terdiri atas 11 atlet sanda (pertarungan) dan 19 atlet taolu (peragaan jurus) dalam Kejurnas Wushu yang juga babak kualifikasi PON XIX/2016 di Bandung, 22-26 September mendatang.

Manajer Tim Pra-PON Henny Setyawati menjelaskan, pihaknya menargetkan, semua atlet yang dikirim ke Pra-PON mampu meraih tiket ke PON. Melihat materi yang dimiliki, berdasarkan latihan di pelatda, dan try out ke Jakarta dan Yogyakarta, atletnya punya peluang besar untuk lolos.

”Progres selama latihan bagus. Mereka juga diharapkan tak sekadar lolos, tapi bisa membuktikan bisa menjadi terbaik,” kata Henny ketika ditemui di kantor KONI Jateng, Semarang, Jumat (11/9) kemarin.

Menurut dia, di bawah polesan tangan dingin pelatih asal Cina Gao Dezhen, para atlet sanda menunjukkan perkembangan teknik yang dahsyat. Dezhen punya resep yang bisa membentuk atletnya tampil beda.

”Memang ada sentuhan yang beda kepada anak-anak. Ajaran dia (Dezhen), bahwa latihan itu sama dengan pertandingan. Anak-anak sudah punya refleks bertanding jauh-jauh hari ketika mereka latihan,” katanya.

Selain itu, kata Henny, dalam try out ke Yogyakarta 28-30 Agustus lalu, para atlet taolu juga mendapatkan pelajaran dari para juri taolu. Pasalnya, meskipun lawatan ke Yogyakarta dalam bentuk uji coba tapi dikemas dalam bentuk simulasi dengan dinilai para juri. ”Begitu selesai, para juri langsung memberi evaluasi. Anak-anak jadi tahu, apa saja gerakan yang masih kurang,” imbuhnya.

Henny menyebut, bahwa tingkat persaingan Pra-PON masih ketat. Selain atlet langganan Pelatnas, SEA Games turun, juga sejumlah provinsi seperti Sumut, DKI Jakarta, Jatim sudah menggunakan pelatih asing dan atletnya berguru ke luar negeri.