Siswa SMA Sint Louis Gelar Pemilihan OSIS

339
(Muh Zaenuri/Jawa Pos Radar Semarang)
(Muh Zaenuri/Jawa Pos Radar Semarang)
(Muh Zaenuri/Jawa Pos Radar Semarang)
(Muh Zaenuri/Jawa Pos Radar Semarang)

DEMOKRASI bisa diterapkan di mana saja, tak terkecuali di lingkungan sekolah. Seperti yang dilakukan siswa-siswi SMA Sint Louis Semarang ini. Mereka menggelar Pemilos atau Pemilihan Ketua OSIS, Kamis (10/9) lalu.

Ketua Panitia Pemilos, Ika Setyorini, mengatakan, kegiatan ini digelar di aula sekolah setempat yang diikuti seluruh siswa SMA Sint Louis. Layaknya pesta demokrasi pada umumnya, Pemilos dilaksanakan lewat sejumlah tahapan. Di antaranya, tahapan pendaftaran bakal calon, seleksi tertulis, seleksi wawancara hingga terpilih tiga kandidat untuk dilakukan debat terbuka dan kampanye dilanjutkan pencoblosan dan penghitungan suara.

”Pemilos memang digelar semirip mungkin dengan pemilihan umum. Ini memang sebagai media berlatih siswa dalam menggelar pesta demokrasi,” kata Ika Setyorini kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Guru pendamping OSIS, Esti Endrawati, menjelaskan, proses pemungutan suara dilakukan secara langsung oleh setiap siswa dengan cara mencoblos kartu suara di bilik TPS (tempat pemungutan suara) yang disediakan. Kartu suara berisi tiga kandidat Ketua OSIS. Setelah melakukan pecoblosan, setiap siswa mencelupkan jarinya pada tinta yang sudah disediakan. ”Ini sebagai tanda telah melakukan pencoblosan. Ya, biar tidak dobel dalam mencoblos,” ujarnya.

Dikatakan, tujuan diselenggarakan Pemilos untuk regenerasi pengurus OSIS, MPK dan KIPRAH. ”Selain itu, untuk pembelajaran demokrasi serta belajar hidup bermasyarakat,” tambahnya. (mz/sct/aro/ce1)