Pembagian Sembako Sempat Ricuh

239
SOSIAL: Yayasan Tjie Lam Tjay menggelar ritual ulambana dan membagikan sembako kepada warga kurang mampu, kemarin. (NUR WAHIDI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SOSIAL: Yayasan Tjie Lam Tjay menggelar ritual ulambana dan membagikan sembako kepada warga kurang mampu, kemarin. (NUR WAHIDI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SOSIAL: Yayasan Tjie Lam Tjay menggelar ritual ulambana dan membagikan sembako kepada warga kurang mampu, kemarin. (NUR WAHIDI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SOSIAL: Yayasan Tjie Lam Tjay menggelar ritual ulambana dan membagikan sembako kepada warga kurang mampu, kemarin. (NUR WAHIDI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

PURWODINATAN — Sebanyak 1.800 paket sembako dibagikan kepada masyarakat kurang mampu. Dalam kegiatan sosial yang dilakukan Yayasan Tjie Lam Tjay itu, Jumat (11/9) itu, sempat terjadi kericuhan, lantaran salah seorang penerima bantuan enggan antre.

Warga lain yang sudah mengantre lama pun tidak terima hingga terjadi adu mulut. Beruntung situasi tersebut berhasil diredam oleh anggota TNI dan Polri yang saat itu melakukan penjagaan. Kegiatan tersebut merupakan rangkaian dari Yayasan Tjie Lam Tjay yang mengadakan ritual sembayang Ulambana dan Pattumodana. Ritual berlangsung di halaman yayasan.

Ritual ulambana itu sendiri merupakan suatu doa untuk mendoakan almarhum atau almarhumah yang tidak mempunyai ahli waris. Sedangkan Pattumodana merupakan sembahyang pelimpahan jasa kebaikan kepada orang meninggal yang memiliki ahli waris. ”Dalam ritual Ulambana atau Pattumodana panitia tidak memungut biaya serta tidak membatasi jumlah yang akan didoakan,” ungkap ketua panitia Wong Aman Gautama yang didampingi oleh Widiani, kemarin.