KEKERINGAN : Warga Desa Windurojo, Kesesi, Pekalongan, terpaksa menggunakan sumber air di bawah pohon lantaran kesulitan air bersih di musim kemarau ini. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KEKERINGAN : Warga Desa Windurojo, Kesesi, Pekalongan, terpaksa menggunakan sumber air di bawah pohon lantaran kesulitan air bersih di musim kemarau ini. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KEKERINGAN : Warga Desa Windurojo, Kesesi, Pekalongan, terpaksa menggunakan sumber air di bawah pohon lantaran kesulitan air bersih di musim kemarau ini. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KEKERINGAN : Warga Desa Windurojo, Kesesi, Pekalongan, terpaksa menggunakan sumber air di bawah pohon lantaran kesulitan air bersih di musim kemarau ini. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KAJEN-Sebanyak empat ribu warga yang tersebar di 5 dukuh yakni Dukuh Serang, Kutowangi, Jurangsari, Karangmoncol, dan Leles, di Desa Windurojo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan mengalami kesulitan air bersih sejak satu bulan terakhir. Pasalnya, dari 10 sumber mata air yang ada, hanya 3 sumber mata air yang menghasilkan air. Itupun jumlahnya sangat sedikit.

Kini ketiga mata air tersebut, diantre puluhan warga tiap hari. Adalah sumber air di Sumur Larangan dan dua sumber air di Dukuh Serang, yaitu Serang atas dan Serang bawah, dijadikan tumpuan warga. Ketiga sumber air tersebut, berasal dari air resapan akar pohon yang ditampung pada kubangan di bawah pohon itu juga.

Karena itu, warga harus mengambil air resapan tersebut dengan gayung dan harus antre lebih dari dua jam untuk mendapatkan air sebanyak 20 liter atau satu jerigen.

Karena sulitnya air di Desa Windurojo, warga lainnya ada yang setiap hari harus mencari sumber air di desa sebelahnya dengan mengendarai motor. Yakni di Desa Brondong atau Desa Kuwasen, yang letaknya cukup jauh.