Para Pedagang Hewan Kurban Kesulitan Pakan

190
KESULITAN PAKAN: Pedagang hewan kurban di Kendal harus membeli pakan untuk merawat dan memberikan pakan sapi-sapi yang akan dijual. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KESULITAN PAKAN: Pedagang hewan kurban di Kendal harus membeli pakan untuk merawat dan memberikan pakan sapi-sapi yang akan dijual. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KESULITAN PAKAN: Pedagang hewan kurban di Kendal harus membeli pakan untuk merawat dan memberikan pakan sapi-sapi yang akan dijual. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KESULITAN PAKAN: Pedagang hewan kurban di Kendal harus membeli pakan untuk merawat dan memberikan pakan sapi-sapi yang akan dijual. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL—Kemarau panjang tahun ini selain berdampak bencana kekeringan di sejumlah wilayah, juga berdampak terhadap peternak sapi dan kambing. Bahkan sejumlah pedagang hewan kurban mengeluhkan sulitnya mendapatkan pakan. Para pedagang pun terpaksa merogoh kocek untuk membeli pakan tambahan agar hewan kurban tetap sehat dan gemuk hingga hari penyembelihan, 24 September mendatang.

Sulaiman, pedagang hewan kurban di Desa Lanji, Patebon, mengatakan jika musim kemarau kekeringan padang rumput. Hal mengakibatkan para pedagang memaksa mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli pakan berupa, jerami, tanaman jagung dan bekatul.“Untuk biaya perawatan, makan dan minum hewan kurban yang masih dititipkan pembeli agar dirawat sampai hari kurban kami harus mengeluarkan biaya tambahan. Paling minim saat ini mencapai Rp 1,5 juta setiap minggunya,” ujarnya.

Padahal ia mengaku jumlah hewan kurban yang dititipkan pemiliknya sampai Lebaran datang nanti setiap harinya bertambah. “Jadi masyarakat yang membeli sapi kepada kami rata-rata dititipkan untuk dirawat kami. Nanti diantar ke pemilik pada saat malam takbiran Idul Adha. Jadi selama itu kami harus merawatnya,” paparnya.