Marmo menambahkan, karena Pos PAUD ini muncul dari kegiatan PKK, maka perlu didukung dari aparat setempat mulai camat, lurah, RT/RW dan stakeholder yang ada di wilayah tersebut. ”Termasuk orang tua murid. Sehingga keberadaan Pos PAUD ini akan bisa betul-betul melayani dengan baik,” tandasnya.

”Yang menjadi perhatian saya ke depan untuk peningkatan Pos PAUD ini, pertama adalah sarpras, kedua peningkatan sumber daya manusia (SDM), ketiga memberikan insentif operasional Pos PAUD. Selama ini mereka kerja sukarela, tapi ke depan harus diperhatikan. APBD Kota Semarang sangat mampu untuk itu,” pungkas calon Wali Kota Semarang dengan nomor urut 1 ini. (zal/aro/ce1)