HENDAK TAWURAN: Sebanyak 56 siswa SMK diamankan ke Mapolrestabes Semarang kemarin. (ABDUL MUGHIS/JAWA POS RADAR SEMARANG)
HENDAK TAWURAN: Sebanyak 56 siswa SMK diamankan ke Mapolrestabes Semarang kemarin. (ABDUL MUGHIS/JAWA POS RADAR SEMARANG)
HENDAK TAWURAN: Sebanyak 56 siswa SMK diamankan ke Mapolrestabes Semarang kemarin. (ABDUL MUGHIS/JAWA POS RADAR SEMARANG)
HENDAK TAWURAN: Sebanyak 56 siswa SMK diamankan ke Mapolrestabes Semarang kemarin. (ABDUL MUGHIS/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Kenakalan remaja di kalangan pelajar SMK di Kota Semarang dan sekitarnya semakin memprihatinkan. Bahkan berdalih solidaritas, para siswa nekat membolos secara masal. Seperti apa?

ABDUL MUGHIS

MASA remaja memang cenderung mengalami pergolakan emosi yang mudah terpengaruh, terutama di usia SMK. Jiwa muda seperti berapi-api. Apa pun bisa dilakukan demi ”provokasi” harga diri. Celakanya, mereka tak jarang terperosok ke dalam tindakan yang merugikan orang lain, termasuk dirinya sendiri. Tak jarang, tawuran menjadi solusi demi dalih solidaritas sesama teman.

Seperti halnya yang terjadi di kawasan Taman KB dan Lapangan Jatidiri Semarang pada Kamis (10/9) siang. Ratusan siswa SMK dari berbagai kota di Jateng berkumpul tanpa tujuan yang jelas. Bahkan beberapa di antaranya dipergoki sedang pesta miras.

Ratusan pelajar tersebut kalang kabut saat tim gabungan Polrestabes Semarang datang. Petugas mencium akan adanya tawuran besar-besaran yang melibatkan ratusan pelajar tersebut. Beruntung, sebelum tawuran benar-benar terjadi, petugas berhasil menggagalkannya.