Copot APK Bandel, Pakai Alat Manual

149

SEMARANG- Alat Peraga Kampanye (APK) liar milik pasangan calon (paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang (Pilwalkot) yang tidak diturunkan oleh tim paslon dicopot paksa anggota Satpol PP Kota Semarang, Kamis (10/9). Pasalnya, pemasangan APK tersebut sudah melanggar peraturan yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Puluhan petugas Satpol PP yang dikerahkan di lapangan mencopoti APK baliho besar milik salah satu paslon yang ada di Jalan Dr Sutomo dengan menggunakan alat manual, yakni bambu dipasangi sebuah alat sabit. Bahkan, saat melepas baliho besar yang letaknya sangat tinggi, petugas rela memanjat badan truk patroli Satpol agar bambu sampai ke baliho tersebut.

“Pencopotan ini kan sudah ada timnya, termasuk dari Kesbangpol, KPU serta Panwas. Saat ini, kami bertindak sendiri untuk menegakkan Perda dan Perwal terkait APK. Memang kami terkendala alat dalam pencopotan APK yang besar,” ungkap Kabid Ttrantibunmas Satpol PP Kota Semarang, Kusnandir kepada Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (10/9).

Dia mengatakan, masih ada puluhan APK baliho besar milik paslon peserta Pilwalkot yang melanggar. Namun demikian, pihaknya mengakui dalam penertiban APK mengalami kendala untuk menjangkau baliho yang terpasang pada tempat yang tinggi.

“Kendalanya alat. Karena kami masih pakai alat manual. APK ukuran kecil masih banyak. Tapi kalau yang ukuran besar masih ada sekitar 25 baliho. Ini akan kita terus yustisi untuk penertiban. Sudah ada 4000-an APK ukuran kecil 1 metaran yang kita amankan di Mako Satpol,” katanya.

Panitia Pengawas (Panwas) Kota Semarang, M Amin, mengakui masih ada puluhan baliho bergambar paslon yang belum diturunkan atau dicopot meski sudah memasuki jadwal larangan pemasangan APK oleh masing-masing paslon. “Penertiban melibatkan dinas terkait, di antaranya PJPR, Kesbangpol dan Satpol PP serta KPU Kota Semarang,” katanya. (mha/aro)