Kecelakaan Kerja, TKW Lumpuh

Keluarga Tuntut Agen Pengirim

169

KENDAL – Kabar buruk kembali menimpa tenaga kerja wanita (TKW) yang bekerja di Hongkong. Kali ini kabar buruk berasal dari Nur Khalifatun, 27, warga Desa Mojo, Kecamatan Ringinarum, Kendal. Nur mengalami kelumpuhan karena kecelakaan kerja. Ironisnya, agen penyalur Nur, PT Arni Family tidak memberitahukan keluarga jika Nur dalam kondisi tersebut .

Keluarga justru mendapatkan kabar dari Nur sendiri yang mengirimkan pesan singkat ke kakaknya yang saat ini tinggal di Kalimantan. Orangtua Nur, Marsin, 52, akhirnya melaporkan kejadian itu ke Jaringan Kerja Relawan Hak Asasi Manusia (Jakerham) Kendal. Ia menuntut agen TKW yakni PT Arni Family cabang Thalab dianggap tidak transparan terhadap apa yang menimpa anak kedua Marsin. “Keluagar baru tahu kalau kecelakaan ya dari kakaknya Yanti kakanya Nur, yang sempat menerima pesan singkat. Katanya Nur sdang dirawat di Makau, serta tidak lagi bekerja di Hongkong,” ujarnya, kemarin.

Marsin menceritakan, Nur mulai bekerja di Hongkong di sebuah perusahaan 19 Juni lalu. Ia menuntut pertanggungjawaban dari agen TKW yang memberangkatkan Nur karena dinilai tidak profesional. “Harusnya agen melaporkan apa yang terjadi, ini malah diam saja,” katanya.

Ketua Jakerham Kendal, Mualimah mengatakan, sesuai dengan UU No. 39 tahun 2004, tentang Penempatan Tenaga Kerja dan Pelindungan TKI ke Luar Negeri, mengatur perusahaan tenaga kerja atau agen wajib memberikan jaminan perlindungan pra dan paska penempatan TKI dinegra tujuan. ” Termasuk perlakuan buruh, kecelakaan kerja, dan hak asasi manusia,” ujarnya.

Mualimah mengaku bakal mengadukan langsung ke Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Kendal. Agen pengirim PT. Arni dinilai tidak terbuka dan tidak bertanggungjawab terhadap orang yang diberangkatkan. “Kasus ini sebagian kecil, kami harap pihak terkait bisa ikut menangani kasus ini,” tuturnya. (den/fth)