Ia berharap, semua klub anggota PBSI melakukan pembinaan pemain terutama usia dini dan yunior secara maksimal untuk regenasi pebulu tangkis untuk masa mendatang. Menurutnya, Semarang mempunyai pemain yang andal cukup banyak. ”Mereka butuh wadah untuk pembinaan. Salah satunya dengan menggelar kejuaraan,” jelasnya.

Diakuinya, sekarang ini jumlah peserta Walikota Cup 2015 mengalami penurunan. Hal ini disebabkan banyaknya pemain Kota Lunpia yang bergabung dengan klub-klub besar di luar kota Semarang. Namun, secara kualitas kami melihat anak-anak Semarang justru mengalami peningkatan. Hal ini tentunya cukup melegakan. Nah melalui kejuaraan ini kami akan kembali memantau bagaimana progres bibit-bibit bulutangkis Semarang,” pungkansya. (bas/smu)