MELONJAK: Harga sapi dan kambing melonjak tajam. Butuh pengendalian harga hewan kurban tersebut mendekati Hari Raya Idul Adha. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MELONJAK: Harga sapi dan kambing melonjak tajam. Butuh pengendalian harga hewan kurban tersebut mendekati Hari Raya Idul Adha. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MELONJAK: Harga sapi dan kambing melonjak tajam. Butuh pengendalian harga hewan kurban tersebut mendekati Hari Raya Idul Adha. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MELONJAK: Harga sapi dan kambing melonjak tajam. Butuh pengendalian harga hewan kurban tersebut mendekati Hari Raya Idul Adha. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Melonjaknya harga sapi serta kambing setiap memasuki Hari Raya Idul Adha menjadi perhatian kalangan DPRD Jateng. Sebab, kondisi ini dinilai mengkhawatirkan dan membuat masyarakat waswas ketika hendak membeli hewan kurban. Untuk itu, pemprov harus ikut andil agar bisa mengendalikan harga hewan kurban agar tidak mencekik masyarakat.

Anggota Komisi B DPRD Jateng, Riyono menilai setiap tahun harga hewan kurban seperti sapi dan kambing selalu mengalami kenaikan. Tahun lalu dengan uang Rp 12 Juta sudah mendapatkan sapi berkualitas saat ini harganya bisa mencapai Rp 18 juta per ekor. ”Kalau seperti ini jelas masyarakat yang dirugikan, apalagi di tengah kondisi ekonomi yang seperti sekarang,” katanya, kemarin.

Riyono menambahkan, ketika kondisi seperti ini tidak ada yang mau bertanggung jawab. Pemerintah juga tidak bisa mengendalikan karena berkaitan dengan hewan hidup bukan daging. Meski begitu, pemprov dinilai bisa mengintervensi dan mengatasi masalah itu dengan memperbanyak stok sapi atau menyediakan sapi dan kambing untuk hewan kurban. ”Untuk harga bisa disertakan dengan harga pedagang, jadi bisa dijual dengan bentuk per kilogram daging saat hidup. Ini saya kira bisa menjadi pengendali harga hewan agar tidak tinggi,” ujarnya.