Sigit: Jangan Korban Rakyat demi Kepentingan Bisnis

198
PRORAKYAT: Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang, Sigit Ibnugorho-Agus Sutyoso (Sibagus) saat berada di Kelurahan Miroto Kota Semarang. (SUGIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PRORAKYAT: Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang, Sigit Ibnugorho-Agus Sutyoso (Sibagus) saat berada di Kelurahan Miroto Kota Semarang. (SUGIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PRORAKYAT: Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang, Sigit Ibnugorho-Agus Sutyoso (Sibagus) saat berada di Kelurahan Miroto Kota Semarang. (SUGIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Semarang memang layak dijadikan kota bisnis. Dua pintu gerbang utama, yaitu Bandara Ahmad Yani dan Pelabuhan Tanjung Emas boleh dibilang kunci hilir mudiknya perekonomian. Karena itu, banyak investor tertarik untuk mengembangkan bisnis di Kota Lunpia.

Sayangnya, demi kepentingan bisnis, kesejahteraan penduduk kerap dikesampingkan. Tidak sedikit permukiman yang terpaksa digusur untuk digantikan gedung-gedung pencakar langit. Entah untuk perkantoran, hotel, apartemen, dan pusat bisnis lain.

Melihat fenomena itu, calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang, Sigit Ibnugorho-Agus Sutyoso (Sibagus) akan menghindari segala bentuk penggusuran permukiman warga. Menurutnya, membangun kota bisnis tidak perlu menelantarkan hak penduduk untuk mendapatkan tempat tinggal yang layak.

Hal itu dikatakan Sigit kepada warga di Kelurahan Miroto yang tengah ketar-ketir lantaran wilayah tersebut menjadi incaran investor sebagai proyek pembangunan. ”Kalau memang harus ada pembebasan lahan, jangan sampai merugikan warganya. Prinsipnya investor atau pengusaha harus mau ganti untung sesuai kesepakatan warga sekitar,” ujarnya.