PERHATIAN KHUSUS: Gubernur Jawa Tengah saat membuka Popda SMA se-Jateng beberapa waktu lalu. (BASKORO S/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PERHATIAN KHUSUS: Gubernur Jawa Tengah saat membuka Popda SMA se-Jateng beberapa waktu lalu. (BASKORO S/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PERHATIAN KHUSUS: Gubernur Jawa Tengah saat membuka Popda SMA se-Jateng beberapa waktu lalu. (BASKORO S/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SETIAP tahun, Dinpora Jateng aktif menggelar Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda). Mulai tingkat SD, SMP hingga tingkat SMA sederajat. Event yang selalu diikuti antusias oleh atlet pelajar terbaik dari 35 kota dan kabupaten se-Jawa Tengah ini bertujuan untuk menjaring talenta atlet Jateng terbaik yang akan diandalkan masuk skuad utama Jateng di berbagai event olahraga pelajar nasional seperti Popnas dan PON Remaja.

Untuk Popda Jateng tingkat SMA 2015 lalu, diikuti oleh 1700 atlet dan ofisial dan mempertandingkan 14 cabang olahraga. Jumlah ini sangat luar biasa. Cabor yang dipertandingkan adalah yang juga dipertandingkan di Popnas, yakni pencak silat, tenis lapangan, taekwondo, bolabasket, senam, renang, tenis meja, sepak takraw, karate, panahan, atletik, bulutangkis, dan sepak bola.

Kabid Keolahragaan Dinas Pemuda dan Olahraga Jawa Tengah Effendi Hari Marsudi mengatakan, event Popda sangat strategis untuk pembentukan dan pembinaan atlet Jawa Tengah. Dari Popda inilah lahir atlet-atlet masa depan Jawa Tengah. “Dari Popda SMA misalnya, para atlet berbakat akan kita tindaklanjuti dengan membina lebih lanjut misalnya di PPLP,” jelas Effendi. (*)