KENDAL – Seorang tersangka teroris asal Probolinggo yakni IR, 32, dipindahkan Kejaksaan Agung ke Lapas kelas II A Kendal. IR diketahui merupakan satu dari tujuh tersangka kasus terorisme yang berencana meledakan sejumlah obyek vital yang ada di Surabaya.

Informasi yang dihimpun, IR dan komplotannya merupakan kelompok teroris yang tergabung dalam kelompok Indonesa Barat, termasuk kelompoik Abu Roban. Kedatangan IR dikawal ketat aparat Densus 88. Selain itu sejumlah tim satgas teroris dari Kejaksaan Agung RI pun turut serta mengantarkan IR ke Lapas Kendal.

IR sendiri diketahui sudah divonis penjara selama 6 tahun oleh pihak kejaksaan. Infonya sebelum ditangkap kelompotan IR akan meledakan beberapa tempat seperti Dolly, dan obyek vital lain di Surabaya. “Beruntung, sebelum melakukan aksinya kawanan teroris tertangkap lebih dahulu,” kata Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Kendal, Amiruddin, kemarin.

Amiruddin menjelaskan, ketujuh pelaku dibekuk tahun 2013 di sebuah SPBU di Surabaya. Setelah divonis, kebijakan dari Kejaksaan Agung para pelaku akan disebar di beberapa kota untuk dibina. “Kalau berkumpul dengan pelaku lain, dikhawatirkan tidak menyadari kesalahannya. Sehingga para pelaku disebar termasuk di Kendal,” tuturnya.

Kepala Kejaksaan Tinggi Negeri Kendal, Yeni Andriyani menjelaskan, seharusnya ditempatkan di lapas kelas I. Dipilihnya Kendal untuk menjadi tempat binaan salah satu pelaku, karena Kendal dinilai sebagai Kota yang Kondusif. Berdasarkan informasi yang ia terima, ketujuh pelaku akan disebar di beberapa kota. “Kalau enam lainnya belum tahu ditempatkan di mana, masih dirahasiakan,” tambahnya. (den/fth)